P2TP2A Cianjur : Ada Empat Kasus Perundungan di Sekolah Selama 2022

Sosialisasi yang dilakukan P2TP2A Kabupaten Cianjur. Foto : Bayu Nurmuslim

RADARCIANJUR.com– Ada empat kasus perundungan di sekolah di tahun ini yang tercatat P2TP2A Kabupaten Cianjur. Bahkan kasus yang paling menonjol diduga dilakukan di tempat pendidikan saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kasus dugaan bulying itu dilakukan di muka umum oleh seorang guru kepada muridnya.

Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lydia Indayani Umar mengatakan, orangtua murid itu tidak terima dan saat ini sudah melapor ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat.

Pihaknya saat ini sedang melakukan mediasi namun pihak orangtua masih belum dapat menerima.

“Kasus yang sedang kami tangani soal perundungan ada empat. Satu kasus yang menonjol adalah orangtua tak terima anaknya diduga dibully dimuka umum hingga trauma,” katanya saat melakukan sosialisasi pencegahan perundungan di SMA Pasundan 1 Cianjur, Kamis (15/9/2022).

Untuk mencegah perundungan di sekolah, pihaknya memiliki tiga program sasaran dalam pencegahan bulying yakni pelajar, guru, dan orangtua.

“Tiga komponen tersebut merupakan komponen penting mencegah perundungan di sekolah,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Pasundan 1 Sapudin mengatakan, kegiatan itu merupakan penguatan profil pelajar Pancasila yang dilaksanakan secara berurutan.

“Selama tiga minggu, di antaranya adalah program pencegahan perundungan di SMA,” kata Sapudin.

Ia pun menuturkan kasus perundungan tak terjadi di sekolahnya.

“Alhamdulillah di tempat kami itu memang tidak terjadi tapi untuk lebih mencegah dan lebih supaya siswa itu betah di sekolah, makanya kami adakan kegiatan seminar sasarannya untuk semuanya tapi sekarang bertahap untuk kelas 10 dulu,” tandasnya. (byu)