Kacang Kedelai Naik, Pendapatan Pengusaha Tahu Tempe di Cianjur Anjlok

Salah satu pengusaha tempe yang terdampak kenaikan kacang kedelai. Foto : Bayu Nurmuslim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Harga kacang kedelai mengalami kenaikan sehingga berdampak kepada para pengusaha tempe dan tahu di Kabupaten Cianjur.

Kenaikan kacang kedelai di Cianjur ternyata sudah terjadi selama dua pekan pasca pemerintah resmi mencabut BBM bersubsidi.

Dengan adanya kenaikan kacang kedelai berimbas kepada omset para pengusaha olahan makanan yang termasuk empat sehat lima sempurna itu.

Salah satu produsen tempe di Kabupaten Cianjur Rodika (66) mengaku, saat ini harga kacang kedelai berkisar Rp 11.500 hingga 12.000 per kilogramnya.

Ia pun menyatakan, dampak kenaikan kacang kedelai sudah dirasakannya semenjak wabah Covid 19 dan diperparah dengan kenaikan BBM.

“Kalau normalnya sekitar Rp 10 ribu, naiknya lumayan sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2 ribu,” katanya, Minggu, (18/09/2022).

Untuk menyiasati agar tidak mengalami kerugian lebih besar ia pun mengurangi ketebalan tempe tanpa menaikan harganya.

Kalau tempe harganya tetap, hanya saja ketebalannya dikurangi. Misalnya sekilo tempe Rp 15 ribu, kalau sekarang Rp 17 ribu,” ujarnya.

Ia mengaku, saat ini penurunan omset hingga 50 persen sehingga terpaksa tidak lagi mempekerjakan karyawan-karyawannya karena pengurangan produksi.

“Yang kerja dulu ada 5 orang, hanya saja saat ini karena produksinya di kurangi, saya dan keluarga saja terjun sekitar 2 orang,” paparnya.

Sementara itu, Asep (30) salah satu pekerja di pabrik tahu yang terletak di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber mengaku, dengan adanya kenaikan harga kedelai membuat produksi mengalami penurunan.

Selain itu pihaknya juga mensiasati agar tak mengalami kerugian dengan memperkecil ukuran tahu

“Tadinya perharinya 2 kwintal , sekarang hanya 1 kwintal saja,” kata Asep.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskuperindagin mengatakan, saat ini belum ada kenaikan bahan baku pembuatan tahu dan tempe.

“Belum ada kenaikan harga kacang kedelai,” tandasnya. (byu)