Jembatan Gantung Tanpa Pijakan di Kertajaya Masih Sering Dilintasi Pelajar

MIRIS: Mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat Kampung Posko Desa Kertajaya Kecamatan Tanggeung melakukan perbaikan seadanya agar jembatan bisa dilalui. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Jembatan gantung Desa Kertajaya Kecamatan Tanggeung masih saja digunakan, meski kondisinya hanya tersisa kawat sling serta besi dan tanpa pijakan. Jembatan yang menjadi penghubung dua desa yakni Desa Kertajaya dan Sirnajaya ini terkadang tetap digunakan sejumlah pelajar dengan bergelantungan pada seutas tali sling jembatan tersebut.

Kurangnya perhatian untuk akses masyarakat ini, membuat sejumlah masyarakat bahu membahu berupaya memperbaiki jembatan agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih saat debit air sungai Cigembong meninggi akibat hujan deras dari hulu.

BACA JUGA : Long March Ribuan Buruh, Jalan Raya Bandung Sempat Macet

Bhabinkamtibmas Desa Kertajaya Kecamatan Tanggeung, Aipda Wijana menuturkan, saat ini pihaknya sudah mendatangi masyarakat Kampung Pasko yang sedang bekerja memperbaiki jembatan yang merupakan jalan penghubung antara Desa kertajaya dengan Desa Sirnajaya tersebut.

“Kami langsung terjun dan ikut serta bergotong-royong bersama masyarakat untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan,” ujarnya.

Kapolsek Tanggeung, AKP Deden Darmansyah menambahkan, hal tersebut merupakan wujud peran aktif anggota, terutama Bhabinkamtibmas dalam memupuk kepercayaan masyarakat serta mendekatkan diri dengan masyarakat.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun Distarkim terkait usulan perbaikan jembatan ke depan.

“Kerjabakti mungkin sementara, ke depan jangan sampai pelajar atau warga tak bisa lewat karena jembatan rusak,” tuturnya.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 35 meter dengan lebar 1,2 meter yang membentang di atas sungai Cigembong dan menjadi akses lebih cepat untuk aktifitas masyarakat. (kim)