Aksi Menginap Massa Buruh Dibatalkan, Ini Sebabnya

Aksi demo ribuan buruh yang tergabung di berbagai organisasi. Foto : Bayu Nurmuslim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com– Akhirnya tuntutan para buruh ditanggapi Pemkab Cianjur sehingga aksi akan menginap pun dibatalkan.

Sebelumnya, Massa Aliansi Buruh Cianjur Bersatu mengancam akan menginap di Pendopo Cianjur jika beberapa tuntutan tidak di indahkan Bupati.

Ada tiga tuntutan diantaranya penolakan kenaikan BBM, Bupati Cianjur harus membuat surat penolakan Undang-Undang Omnibus law cipta kerja dan terakhir merekomendasikan untuk kenaikan upah.

Ketua FSPMI Kabupaten Cianjur, Asep Saepul Malik mengatakan, Bupati Cianjur telah mengeluarkan usulan penyampaian aspirasi unjuk rasa Aliansi Buruh Cianjur Bersatu.

Usulan itu diantaranya menaikan upah pekerja tahun 2023 sebesar 15 %, mengevaluasi kenaikan BBM bersubsidi, mengevaluasi atau mengkaji Undang-Undang Cipta Kerja dan lainnya dan selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan Gubernur Jawa barat.

“Sudah keluar surat itu dari Bupati Cianjur,” katanya, Senin, (19/09/2022).

Sementara itu, Ketua SPN Kabupaten Cianjur Hendra Malik mengaku kecewa meski telah keluar surat yang akan disampaikan ke Gubernur Jawa barat.

“Rasa kecewa pasti ada karena tidak ketemu sama Bupati terkesan alergi menghadapi massa aksi,” ujarnya.

Disisi lain Kadis Disnakertrans Cianjur Endan Hamdani mengatakan, pihaknya telah berupaya memfasilitasi keinginan massa buruh.

“Aspirasi sudah difasilitasi untuk disampaikan ke gubernur,” tandasnya. (byu)