Lima Tahun, Tiga Ruang Kelas SD di Takokak Dibiarkan Rusak

TUNGGU AMBRUK?: Salah satu ruang kelas SDN Sukagalih II Kecamatan Takokak sejak 2017 mengalami kerusakan dan semakin parah. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Kondisi pendidikan di Kabupaten Cianjur masih belum dikatakan layak. Pasalnya, masih didapati beberapa sekolah yang  kondisinya rusak hingga akan roboh. Sehingga hal tersebut bisa mengancam keselamatan murid. Seperti yang terjadi di SDN Sukagalih II Kecamatan Takokak.

Dari enam ruang kelas yang ada, tiga diantaranya berstatus hampir rubuh. Sejak 2017, bangunan sekolah tersebut belum tersentuh perbaikan. Sehingga salah satu penyebab itu menjadi kondisi kelas rusak.

Kepala SDN Sukagalih II,  Rohmat menuturkan, di tiga ruang kelas yang tersisa, pihaknya memberlakukan shift atau bergantian menggunakan tiga kelas yang masih layak.

“Kita sekarang menggunakan tiga kelas  yang ada secara bergantian. Jadi total kurang lebih 170 murid bergantian,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi untuk pengajuan perbaikan. Namun hingga saat ini belum ada jawaban.

“Udah melakukan pengajuan, beberapa kali tapi belum juga ada jawaban. Informasi terakhir sih akan ada rehab, tapi belum tau kapan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Sukagalih, Dadan menambahkan, kondisi sekolah yang berada di wilayahnya memang belum ada bantuan untuk rehab. Tak jarang, dirinya pun kerap kali melakukan kunjungan ke sekolah untuk meninjau langsung kondisi sekolah.

“Memang sudah lama juga bangunannya, tapi mengenai rehab belum ada informasi. Terkahir yang saya dengar akan ada rehab berat,  namun belum pasti sekolah yang mana,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan, saat ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur masih melakukan inventarisir terkait bangunan sekolah yang harus diprioritaskan perbaikan.

“Saya belum mendapatkan informasi, tapi sekarang masih proses inventarisir untuk bangunan sekolah-sekolah yang rusak. Nanti yang jadi prioritas (perbaikan, red) berdasarkan data inventarisir,” terangnya.

Mengenai proses inventarisir, orang nomor satu di Kota Santri ini tidak menyebutkan kapan akan segera rampung. Bahkan, Herman pun masih menunggu data dari Disdikpora.

“Nanti kita tunggu ya dari Disdikpora ya,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Cianjur, Arifin menjelaskan, pihaknya sudah menerima data dan informasi sekolah tersebut. Bahkan sudah melakukan survei.

“Sudah kita survei juga kesana, data dan informasi kami juga sudah terima. Namun, untuk perbaikan kemungkinan di 2023, karena di anggaran tahun 2022 itu tidak ada. Insya allah jadi prioritas juga, karena cukup banyak juga sekolah yang rusak berat dan jadi prioritas itu mencapai 1.600 an,” paparnya. (kim)