Kordik Cilaku Diduga Jualan Soal untuk Penilaian Tengah Semester

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Koodinator Pendidikan (Kordik) Cilaku diduga menjual soal untuk Penilaian Tengah Semester (PTS) ke sejumlah sekolah SD di Kecamatan Cilaku.

Hal itu mengindikasikan menjadikan momentum Penilaian Tengah Semester (PTS) sebagai ladang bisnis.

Informasi yang dihimpun Radar Cianjur, soal PTS yang diberikan kepada siswa untuk menjalani ujian itu merupakan buatan panitia K3S sesuai dengan arahan dari Kordik Cilaku.

Skema pembuatan soal ujian itu berawal saat rapat pembuatan soal PTS menghasilkan kesepakatan jumlah serta materi apa yang akan ditentukan.

Setelah itu soal PTS pun akan dicetak sesuai yang telah ditentukan oleh panitia K3S. Selain jumlah dan penentuan materi, jenis font huruf serta kesukaran tulisan sudah ditentukan sesuai dengan juknis pembuatan melalui tim penyusunan soal Kelomopok Kerja Guru (KKG).

Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal itu, selain itu ada ketidaksesuaian soal hasil cetak dengan jumlah materi yang telah ditentukan sebelumnya.

“Ketidaksesuaian ini diduga karena ada pengurangan jumlah cetak. Contoh lembar soal yang harusnya ada 5 halaman di kurangi jadi 3 halaman, sehingga ada soal yang dibuang,” katanya, Rabu, (21/09/2022).

Ia menambahkan, untuk soal persiswanya jika dihitung, sekolah akan membayar Rp 15 ribu persiswa.

“Hal tersebut jelas menjadi keuntungan pihak oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

Sementara itu dikonfirmasi Radar Cianjur, Kepala Kordik Cilaku H. Ajis membantah hal tersebut, menurutnya ia tidak pernah mengintrusikan pengadaan soal ujian.

“Pada rapat saya menginstruksikan PTS diserahkan sepenuhnya kepada sekolah,” ungkapnya. (byu)