Awas! Bahaya Lho Pakai Aplikator Make Up yang Jarang Dibersihkan

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Sebagian besar kaum hawa pasti sering ber-make up agar tampil lebih menarik, dan pastinya memiliki koleksi aplikator make up komplit.

Beragam jenis aplikator itu memang sangat membantu demi mendapatkan hasil make up maksimal. Namun, yang harus diingat jangan lupa untuk rutin membersihkan aplikator make up.

Berbagai aplikator, seperti kuas, spons, dan beauty blender sebaiknya dibersihkan setiap 7-10 hari sekali.

BACA JUGA : Tampil Manis dengan Busana Kantor Warna-Warni, Cek 5 Tipsnya di Sini

Kenapa harus dibersihkan?

Aplikator make up menjadi tempat menumpuknya kotoran dari sisa make up, sel-sel kulit mati dan debu. Jika tak dibersihkan, aplikator make up yang kotor meningkatkan risiko timbulnya masalah kulit seperti jerawat.

Berikut cara sederhana membersihkan aplikator make up:

Kumpulkan aplikator yang akan dibersihkan
Sebelum membersihkan, kumpulkan aplikator make up yang akan dicuci. Aplikator yang masih baru sebaiknya juga dibersihkan. Meski belum dipakai bukan berarti bersih dari berbagai kotoran.

Siapkan air hangat
Langkah berikutnya, siapkan air hangat suam-suam kuku yang diletakkan di wadah atau baskom kecil untuk merendam aplikator make up yang akan dibersihkan.

Masukkan sabun berbahan lembut
Masukkan kurang lebih satu sendok makan pembersih berbahan lembut, seperti sabun pembersih wajah atau sampo bayi. Ingat, hindari menggunakan sabun badan, sabun cuci tangan, atau sabun cuci piring. Sebab, sabun yang berbahan keras dapat merusak bulu kuas make up.

Bersihkan aplikator secara lembut
Cuci aplikator make up, seperti kuas, spons, dan beauty blender dengan sentuhan lembut. Mulai cuci kuas dengan mencelupkan bulu kuas ke air. Gosok bulu kuas dengan lembut pada telapak tangan atau bantalan khusus pembersih kuas. Tujuannya mengeluarkan kotoran yang terperangkap pada kuas make up. Lakukan hal serupa untuk aplikator lain

Bilas dengan air mengalir
Setelah dicuci, bilas aplikator dengan air mengalir hingga semua busa dan kotoran benar-benar hilang. Ini bisa Anda pastikan dengan melihat kejernihan air yang digunakan untuk membilas aplikator. Jika air yang mengaliri aplikator sudah jernih, artinya sudah bisa dikatakan bersih dari sabun dan kotoran.

Keringkan aplikator
Setelah bersih sepenuhnya, peraslah kelebihan air pada aplikator menggunakan tisu atau handuk kering. Letakkan aplikator di atas meja dengan alas handuk. Biarkan kepala kuas menggantung di tepi meja. Setelah itu, diamkan hingga bulu kuas dan aplikator lain kering dengan sendirinya.

Sebaliknya, sebisa mungkin hindari mengeringkan aplikator, seperti kuas dengan hair dryer atau menaruhnya secara vertikal di dalam wadah. Sebab, cara ini berpotensi merusak bulu kuas dan lem yang merekatkan kepala kuas dengan gagangnya. (mg5/ria/rsl)