Ibu Gendong Anak Balitanya yang Meninggal, Cerita Pilu dari Kanjuruhan

Kerusuhan pecah di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya (1/10) (Istimewa)

RADARCIANJUR.COM – Kerusuhan yang pecah di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu malam (1/10) hingga Minggu dini hari (2/10) menyisakan banyak cerita pilu.

Salah satunya diungkapkan oleh Bagus Pamungkas, wartawan Jawa Pos yang bertugas meliput laga lanjutan Liga 1 antara tuan rumah Arema FC melawan Persebaya Suabaya itu. Laga tersebut berakhir dengan kekalahan 2-3 tuan rumah dari rival klasiknya. Nah, kekalahan itulah yang akhirnya memicu emosi pendukung Arema FC, Aremania, untuk kemudian menyerbu ke dalam lapangan Stadion Kanjuruhan.

Bagus menuturkan, ketika dirinya dan para jurnalis lainnya berupaya keluar dari Stadion Kanjuruhan, gas air mata dilemparkan ke arahnya. Ia berusaha menyelamatkan diri. Saat itulah matanya tertuju pada seorang ibu yang menggendong anaknya. “Ibu paro baya itu sambil menangis menggendong anaknya. ‘Ya Allah anakku gak onok (meninggal),” kata Bagus menirukan ucapan ibu tersebut.

Baca juga: Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Meninggal Dunia, 180 Dalam Perawatan

Bagus menambahkan, saat itu keadaan sudah tak terkendali, sehingga korban pun bertumbangan. “Situasinya chaos. Polisi melempar gas air mata ke arah tribun. Kami berupaya memnyelamatkan diri,” ujarnya.

Atas kericuhan itu, polisi memberikan keterangan bahwa terdapat 40 orang meninggal dunia. Namun hingga kini belum ada pernyataan dari pejabat bersangkutan, baik dari Polres Malang atau Polda Jatim terkait jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Bagus menuturkan, kondisi di dalam stadion penuh kepanikan. Suporter berhamburan berupaya menyelamatkan diri masing-masing. Namun justru banyak suporter yang kehilangan nyawa di tengah kepanikan yang terjadi. Karena panik, tak pelak terjadi saling dorong, bahkan saling injak, hingga memperparah jatuhnya korban. “Kami para jurnalis memutuskan tinggal untuk menemani dan membantu yang kehilangan,” ujarnya. (*/jp)