Data Polri, Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 131 Orang

Kerusuhan pecah di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, (1/10) usai laga Arema FC melawan Persebaya. Puluhan orang dikabarkan meregang nyawa dalam kejadian tersebut (Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan bertambah. Dari data terakhir 125 orang, kini polri memperbaharui data korban meninggal bertambah 6 dan total menjadi 131 prang.

Jumlah data korban meninggal tragedi Kanjuruhan tersebut diperoleh usai dilakukan verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI serta direktur rumah sakit.

BACA JUGA : Cerita Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan : Lompat dari Tribun

”Jadi data korban meninggal 131 orang,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu (5/10).

Dedi mengatakan, terjadi selisih data korban meninggal karena Tim DVI bersama Dinas Kesehatan awalnya mendata korban yang dibawa ke rumah sakit saja. Setelah pencocokan data, diketahui ada 12 korban meninggal tidak di fasilitas kesehatan.

”Non faskes penyebab selisihnya setelah semalam dilakukan pencocokan data bersama dinas kesehatan, Tim DVI dan direktur rumah sakit,” jelasnya.

Adapun rincian jumlah korban meninggal terdata sebanyak 44 orang di 3 rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Kanjuruhan sebanyak 21 orang, RS Bhayangkara Hasta Brata Batu sebanyak 2 orang, dan RSU Saiful Anwar Malang sebanyak 20 orang.

BACA JUGA : Buntut Tragedi Kanjuruhan, PSSI Sanksi Arema FC Denda Rp250 Juta dan Dilarang Bermain di Malang

Kemudian 75 korban meninggal dunia terdata di 7 rumah sakit swasta. Yakni RSUD Gondanglegi sebanyak 4 orang, RS Wafa Husada sebanyak 53 orang, RS Teja Husada sebanyak 13 orang, RS Hasta Husada sebanyak 3 orang, RS Ben Mari sebanyak 1 orang, RST Soepraoen sebanyak 1 orang, dan RS Salsabila sebanyak 1 orang.

Lalu sebanyak 12 orang korban meninggal dunia di luar fasilitas kesehatan. Hingga hari ini (5/10), Polri telah memeriksa 29 orang saksi terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Dari 29 orang tersebut, 23 orang di antaranya anggota Polri dan enam orang lainnya merupakan saksi-saksi di lokasi kejadian.

Selain itu, Tim Labfor Polri juga masih mendalami enam titik lokasi CCTV yang tersebar di pintu 3, 9, 10, 11, 12, dan 13. Kemudian dilakukan pemeriksaan tetesan darah secara laboratoris pada pintu 11 sampai dengan 13.(*rcjr/jpc)