Banyak Lahan Hasil Mafia Tanah di Cianjur, Benarkah?

Ilustrasi penggarap tanah atau petani.

RADARCIANJUR.com– Lima wilayah Kecamatan di Cianjur diduga ada mafia tanah. Indikasi tersebut sesuai dengan data yang diperoleh Perkumpulan Pengarap Tanah Terlantar (P2T2).

Adanya dugaan mafia tanah dalam mengalihgunakan status tanah diantaranya di Desa Gekbrong dan Cintaasih Kecamatan Warungkondang, Desa Cikamurang Kecamatan Cikalongkulon, Desa Cibokor dan Kanoman Kecamatan Cibeber, Desa Pananggapan, Girijaya, Sukajadi Kecamatan Cibinong, Desa Mekarsari, Tanjungsari dan Wanasari Kecamatan Agrabinta serta Desa Cimenteng Kecamatan Campaka.

Tentunya mafia tanah jelas merugikan masyarakat dan harus diberantas.

BACA JUGA : Alami Penyakit Kulit Langka, Muka Wanita Asal Takokak Menggantung Seperti Buah Anggur

Ketua Pendiri P2T2 Iskandar Sitorus mengatakan, pihaknya berkeinginan bersama dengan Pemkab Cianjur untuk membantu memproses Distribusi Hak Guna Usaha (HGU) atau lahan terlantar sebagaimana mestinya.

“Sesuai dengan program penataan ulang keberadaan HGU yang dicanangkan Presiden bisa menata kembali kesalahan yang terjadi sebelumnya. Tentu hal itu dilakukan dengan jalan bijaksana sesuai perundang-undangan,” katanya, Kamis, (06/10/2022).

Iskandar Sitorus menyebut, jika lahan HGU ini dapat dikelola dengan baik, maka akan sangat berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA : Banyak Lahan Kosong, Bupati Cianjur : Berdayakan Agar Menjadi Produktif

“Sehingga peruntukkan untuk pemukiman dan pertanian yang dikelola baik oleh rakyat akan semakin memungkinkan untuk mendukung pembangunan daerah ketimbang saat ini PAD tidak signifikan diperoleh dari HGU,” ujarnya.

Disisi lain Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, ia mendorong kejari Cianjur untuk menyelesaikan kasus permasalahan mafia tanah.

“Mudah-mudahan dapat cepat selesai,” tandasnya. (byu)