Polres Cianjur Ungkap Penimbunan Satu Ton BBM Subsidi

BARANG BUKTI: Dicurigai melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan niat mendapatkan untung banyak, namun harus mendekam di balik jeruji besi. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com– Kepolisian Resor (Polres) Cianjur mengungkap kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan oleh dua orang tersangka yakni Abdul Kodir dan Hendi Effendi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.088 liter BBM subsidi diangkut untuk ditimbun dan dijual dengan harga tinggi. Satu ton bbm yang didapatkan tersangka berasal dari berbagai SPBU di Cikalongkulon dengan rincian 340 liter BBM jenis Pertalite dan BBM jenis solar sebanyak 748 liter.

Penimbunan BBM bersubsidi dilakukan di Kampung Benda dan Kampung Jenet Desa Mekargalih Kecamatan Cikalongkulon. Selain tersangka, Polres Cianjur turut mengamankan dua unit roda empat yang digunakan tersangka untuk membawa BBM subsidi.

BACA JUGA : Aksi Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Buat Makam di Depan DPRD Cianjur

BBM tersebut diambil dari sejumlah SPBU di wilayah Cikalongkulon. Selain itu, setiap SPBU tidak merasa curiga. Lantaran, pengisian menggunakan jerigen sudah sering dilakukan yang biasanya untuk keperluan nelayan di Waduk Jangari.

Aksi kedua tersangka dipergoki oleh petugas kepolisian yang berpakaian preman yang sudah dicurigai. Ketika salah satu tersangka yakni Hendi Effendi tengah beristirahat untuk membeli roko di salah satu warung, petugas kepolisian pun langsung menangkap tersangka. Tersangka tidak berkutik saat ditanya mengenai surat izin pengangkutan atau niaga BBM yang disubsidi oleh pemerintah.

Hingga akhirnya, petugas memeriksa kendaraan yang dibawa tersangka. Dari hasil pemeriksaan, keduanya sudah melakukan aksi tersebut selama kurun waktu tiga dan empat bulan dengan keuntungan setiap liternya Rp2.000,-.

“Penimbunan ini dilakukan setelah harga BBM subsidi naik yang dijual dengan harga tinggi kepada masyarakat,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan saat press confrence di Mapolres Cianjur.

BACA JUGA : Pemerintah Diminta Larang Mobil Mewah Pakai BBM Subsidi

Lanjut orang nomor satu di Polres Cianjur ini, kedua tersangka dijerat Pasal 55 jo 53 jo 23 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

“Para tersangka membeli di beberapa SPBU yang di dalamnya sudah disediakan jerigen-jerigen. Mengambil setelah BBM subsidi naik agar mendapatkan untung besar,” tutupnya. (kim)