Satu Balita Cianjur Mengidap Gejala Mirip Penyakit Ginjal Akut Misterius

Ilustrasi Penyakit Ginjal Akut Misterius

RADARCIANJUR.COM, CIANJUR – Gangguan ginjal akut misterius nampaknya sudah menyelinap ke Kabupaten Cianjur. Anak perempuan berusia satu tahun tiga bulan dikabarkan memiliki gejala mirip penyakit yang menimbulkan demam secara terus menerus itu.

Gangguan ginjal akut sendiri merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dengan gejala awal tidak bisa buang air kecil selama berhari-hari dan demam yang kerap turun naik selama dua pekan serta kondisi gangguan lainnya.

BACA JUGA : Cegah Kasus Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Minta Dokter Dilarang Resepkan Obat Sirup

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr. Frida Laila Yahya membenarkan, ada informasi yang diterima pihaknya bahwa satu anak telah memiliki gejala mirip penyakit gangguan ginjal akut misterius. “Benar, anak perempuan berusia satu tahun tiga bulan gejalanya tidak bisa buang air kecil. Kemudian selama dua minggu demam naik turun, muntah-muntah dan di rumah sakit ada sesak dan kejang juga satu kali,” katanya pada Rabu (19/10).

Saat ini anak tersebut telah ditangani salah satu rumah sakit ternama di Kota Bandung dan dipantau langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. dr Frida menambahkan, sang anak merupakan satu dari 10 orang yang memiliki gejala mirip gangguan ginjal akut misterius yang mendapatkan penanganan. “Kami awalnya dapat informasi ini dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar bahwa di RS Hasan Sadikin ada 10 kasus gejala penyakit itu, salah satunya dari Cianjur,” ujarnya.

BACA JUGA : Anak Hobi Makan Minum Manis, Apakah Berbahaya?

Namun, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan terhadap anak asal Cianjur itu. “Kalau dari RS Hasan Sadikin-nya masih disebutkan probable (kemungkinan), belum bisa ditentukan pasti, jawabannya belum ada,” ungkapnya.

Mengenai sirup paracetamol, Dinkes Cianjur menyatakan masyarakat diimbau berhati-hati dalam penggunaan paracetamol sirup untuk anak. dr. Frida menjelaskan, dugaan terkait paracetamol sirup menjadi penyebab gangguan ginjal akut misterius yang diedarkan di Negara Gambia, Afrika. “Awalnya kasus ini ada laporan di Gambia. Diduga ada hubungannya sama konsumsi obat sirup dari salah satu merek perusahaan,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa kandungan zat berbahaya di paracetamol sirup itu. “Di situ ada kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol. Bahan-bahan itu diwaspadai sebagai penyebab,” ujarnya.

BACA JUGA Saran dari Bupati Cianjur, Jika Anak Alami Gejala Ini Segera Bawa ke Puskesmas

Meski di Indonesia merek-merek paracetamol sirup seperti di Gambia dipastikan tidak ada, namun imbauan dari Kementrian kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dihindari dulu pemakaian paracetamol karena tengah diteliti. “Kalau di Indonesia sendiri ini masih di telaah oleh BPOM dan untuk merek-merek itu tidak ada dipastikan tidak di edarkan,” tandasnya. (byu)