Bermodus Arisan Bodong, Puluhan Korban Rugi Capai Miliaran Rupiah

PENIPUAN: SL harus menanggung akibat dari perbuatannya setelah melakukan penipuan dengan modus arisan. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Penipuan berkedok arisan kembali terjadi di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kecamatan Pacet. Kurang lebih 22 orang tertipu akibat arisan tersebut. Kronologis awal terjadi ketika pelaku berinisial SL mengadakan arisan dengan pelaku NV dengan uang setoran arisan sebesar Rp3,6 juta dan akan mendapatkan uang senilai Rp4 juta.

Selama kurun waktu lima bulan, arisan berjalan lancar. Hingga akhirnya salah satu korban sudah melakukan transfer uang sebesar Rp51.200.000 kepada pelaku NV. Dengan tidak ada kejelasannya arisan tersebut, korban mempertanyakan uang arisan yang sudah berjalan kepada NV. Akan tetapi NV mengatakan uang tersebut ada pada SL. Namun saat ditanyakan kepada SL, uang tersebut ternyata tidak bisa mengembalikan uang dari orang yang mengikuti arisan.

BACA JUGA: Tujuh Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Cianjur, Satu Wanita Residivis

Setelah ditelusuri, terdapat 22 orang lainnya yang menjadi korban dengan total uang Rp1,2 miliar yang digunakan untuk kebutuhan pribadi.

“Tersangka dua orang yang pertama inisial SL dan satu NV masih dalam pencarian. Dua orang ini berperan sebagai perekrut arisan. Arisan ini ditawarkan secara online melalui aplikasi berkirim pesan WA di lingkungan pertemanan. Ini sudah berjalan sekian bulan dan normal, tapi beberapa bulan terakhir tidak bisa berjalan dan 22 orang mengalami kerugian hingga total Rp1,2 miliar serta belum bisa mengembalikan uang sebesar Rp642 juta hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Pacet,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan.

Lanjut Doni, uang yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan perawatan diri. Akibat perbuatan pelaku, dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

LIHAT JUGA: Kesal, Tujuh Korban Penipuan Arisan Bodong Ngadu ke Pengadilan Negeri

Sementara ini, korban hanya di lingkungan pertemanan pelaku dan belum meluas ke wilayah lain. Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap investasi yang menjanjikan hal tidak wajar dengan hasil yang melebihi tidak semestinya.

Di sisi lain, pelaku SL mengungkapkan, suami hanya mengetahui arisan biasa dan tidak mencurigai arisan yang dijalaninya.

“Suami tau, enggak menanyakan uang darimana jadi percaya karena memang suka ngadain arisan. Uang dipakai untuk beli perabotan rumah dan perawatan wajah juga,” ungkapnya. (kim)