Alami KDRT, Thalita Latief Pilih Bercerai

Thalita Latief

RADARCIANJUR.com – Tak hanya Lesti Kejora, Pemain sinetron Thalita Latief juga pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) saat masih memiliki rumah tangga dulu. Kekerasan yang dialaminya bukan hanya fisik tapi juga dalam bentuk perkataan verbal.

“Namanya kekerasan fisik dan verbal itu sangat menyakitkan. Ada intimidasi disitu, ada temperamental, ada penekanan, memanfaatkan dari berbagai faktor,” kata Thalita Latief saat ditemui di bilangan Mamoang Jakarta Selatan.

Thalita Latief sempat memberikan waktu untuk suaminya berubah. Namun nyatanya keyakinannya justru bertolak belakang dengan kenyataan. Thalita Latief masih tetap mengalami KDRT dan puncaknya terjadi di depan anaknya.

BACA JUGA : Lesti: Dede Mengucapkan Permohonan Maaf Mungkin Membuat Keresahan bagi Masyarakat

“Kalau kita mempertahankan hubungan toxic demi anak, justru itu toxic. Karena anak akan melihat, akan merekam, akan mengingat dan itu adalah traumatik terdiri buat anak. Itu secara psikologis tidak baik buat anak,” jelas Thalita Latief.

“Kalau memikirkan anak kita, kita harus benar-benar mempertimbangkan apakah itu baik buat anak atau tidak. Karena buat aku itu justru tidak baik buat anak,” imbuhnya.

Dia memilih bercerai dari suaminya karena merasa percuma mengharapkannya berubah. Kesempatan sekitar 3 tahun diberikan dengan carw pisah rumah nyatanya tidak berhasil membuat suaminya berubah.

Thalita Latief menyebut tindakan KDRT sebagai penyakit. Tidak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali adanya keinginan kuat dari pelaku untuk berubah. Dan untuk dapat sembuh tentu membutuhkan waktu lama, tidak bisa instan karena sudah masuk dalam tabiat dan karakter.

“KDRT dan segala jenis tabiat, karakter, itu bukan satu dua hari, bukan sebulan dua bulan, pasti lama. Saya tidak bilang pelaku itu tidak bisa berubah, bisa berubah tapi butuh waktu,” tuturnya

Saat memutuskan akan bercerai, tentu ada banyak hal berkecamuk dalam batinnya terutama tentang masa depan anak. Dia khawatir anaknya akan bertumbuh tidak baik jika perceraian terjadi. Tapi Thalita Latief justru lebih meyakini dampaknya lebih tidak baik lagi ketika KDRT terjadi di depan anak.

“Saya berpegangan pada, ‘Kalau itu menyiksa, menghancurkan diri kamu, berarti itu bukan cintam’,,” tandasnya.(jwp)