Korban Arisan Bodong di Cianjur Bertambah, Satu DPO Masih Diburu Polisi

PENIPUAN: SL harus menanggung akibat dari perbuatannya setelah melakukan penipuan dengan modus arisan. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Belum lama dilakukan press release Polres Cianjur, korban arisan bodong ternyata bertambah menjadi 30 orang dari sebelumnya 22 orang.

Bertambahnya korban modus tindak pidana itu, lantaran masih adanya korban yang mengadukan ke Polsek Pacet.

Hal tersebut diungkapkan Kanit Reskrim, Ipda Dang Elfan Fauzi. Sejumlah warga yang menjadi korban arisan bodong masih terus mendatangi Polsek Pacet dengan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

BACA JUGA: Bermodus Arisan Bodong, Puluhan Korban Rugi Capai Miliaran Rupiah

“Beberapa korban itu, mendatangi posko layanan pelaporan arisan bodong, sebelumnya korban tercata sebanyak 22 orang kini jadi 30 orang,” ujarnya.

Dari sebanyak 30 orang korban tersebut, total kerugian mencapai Rp1,2 miliar. Hingga saat ini masih terus melakukan pendalam dari kasus arisan bodong.

“Nilai kerugiannya diperkirakan akan terus bertambah seiring bertambahnya laporan korban. Kita akan kembali hitung, untuk sementara nilai kerugiannya mencapai Rp1, 2 miliar,” ungkapnya.

“Tersangka ini mengumpulkan dana dari warga atau korban, lalu dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Termasuk, untuk melakukan perawatan tubuh dengan membeli produk skincare,” sambungnya.

Hingga saat ini jajarannya masih melakukan pengejaran terhadap seorang tersangka lainya yaitu NV dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (kim)