Bupati Cianjur Terima Kunjungan Ikatan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia

CENDRAMATA: Bupati Cianjur Herman Suherman saat menerima audiensi Ikatan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jumat (21/10/2022).(foto:dok ist)
CENDRAMATA: Bupati Cianjur Herman Suherman saat menerima audiensi Ikatan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jumat (21/10/2022).(foto:dok ist)

RADARCIANJUR.com-Bupati Cianjur Herman Suherman menerima audiensi dari Ikatan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jumat (21/10/2022).

Bupati didampingi Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur Ahmad Rifa’i Azhari mendapat pemaparan soal pendampingan Program Desa Korporasi Sapi Fase II (Sc2VP-II) yang akan dilaksanakan selama satu tahun pada Desa Korporasi Sapi (DKS) yang diluncurkan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian tahun 2021.

Pada program itu, desa korporasi di Cianjur ini ada 5 kelompok yang menerima bantuan 200 ekor sapi jantan dan 100 ekor sapi betina yang merupakan sapi impor dari Australia, dan 100 ekor jantan sapi lokal.

Tujuan lainnya ISPI juga menyampaikan bahwa ada bantuan dari organisasi itu pembangunan pabrik pakan sapi untuk memenuhi kebutuhan peternakan sapi yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Kita ingin siklusnya bergulir antara peternak dan petani harus ada harmonisasi saling membutuhkan, petani butuh pupuk peternak bahan penghijauan yang akhirnya harga bisa stabil untuk rakyat,” kata Bupati Herman Suherman saat audiensi.

BACA JUGA: Implementasikan MBKM Mahasiswa Polbangtan Kementan Magang di Industri Sapi Perah dan Sapi Potong

ISPI juga akan mendampingi 5 kelompok peternak sapi di Kabupaten Cianjur yang diberi bantaun, sekaligus juga pendirian pabrik pakan sapi di kota tauco ini.

“Saya dan Dinas Peternakan Kabupaten Cianjur menyambut baik usulan ini, karena akan berdampak baik dari peternak, petani dan masyarakat Kabupaten Cianjur. Kita juga kolaborasi antara peternak, petani dan pedagang daging sapi akan saling menguntungkan,” terang bupati lagi.

Menurut Kadis DPHKP Ahmad Rifa’i Azhari jika petani memberikan jerami dan sisa sayuran untuk peternak, peternak memberikan pupuk kandang kepada petani, pedagang mendapatkan harga sapi yang lebih murah dan masyarakat Cianjur akan terpenuhi kebutuhan protein hewani dari daging sapi dengan harga murah.

“Saya berharap simbiosis mutualisme ini bisa terpelihara dengan baik di Kabupaten Cianjur agar memberikan dampak yang baik kesejahteraan petani, peternak, pedagang, masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan,” tambah Ahmad Rifa’i.

BACA JUGA: Bupati Cianjur Akui Sudah tidak Ada Desa Tertinggal

Seperti diketahui, ISPI sendiri berfungsi sebagai wadah dan bentuk kerjasama para Sarjana Peternakan di Indonesia yang bertujuan untuk memajukan, mengembangkan dan mengamalkan ilmunya dalam pembangunan nasional.

ISPI berusaha untuk membantu, menggiatkan dan meningkatkan usaha masing-masing anggota dalam rangka tanggung jawab bersama dalam pembangunan nasional. Serta mengadakan hubungan dan kerja sama dengan badan-badan lain, baik di dalam maupun di luar negeri yang menyangkut masalah pembangunan peternakan.

Hierarki kepengurusan ISPI secara nasional dibagi menjadi Pengurus Besar (PB), Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) dengan kedudukan di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Persyaratan pembentukan Pengurus Cabang minimal 10 anggota.

(rc)