Pilu! Gadis Asal Cianjur Pulang jadi Cacat Pasca Alami Dugaan Kekerasan Saat Bekerja di Jakarta

TINJAU: Sejumlah unsur dari pemerintahan dan lembaga perlindungan orang saat meninjau rumah dari gadis yang diduga jadi korban kekerasan pasca bekerja di Jakarta. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Sepuluh bulan bekerja, Dahlia (bukan nama sebenarnya) gadis berusia 18 tahun asal Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur disiksa majikan hingga mengalami kecacatan.

Saat ini Dahlia diketahui mengalami gangguan rabun mata, gangguan pendengaran dan kaki yang tidak normal saat berjalan.

Bahkan yang lebih mirisnya, dahlia yang bekerja untuk pasangan suami istri beralamatkan di kota Jakarta itu dipaksa tidur di bawah lantai tanpa menggunakan baju.

Selain itu, upah yang diterimanya tidak dibayarkan sesuai dengan perjanjian, saat kepulangan ke Cianjur pun sang majikannya hanya mengantarkannya sampai ke salah satu terminal di Jakarta.

BACA JUGA: Gadis Cantik Kelurahan Muka Hilang Dua Bulan Akhirnya Kembali Pulang

Kasi Kesra Kecamatan Cibeber Iceu mengatakan, Dahlia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.

Sang ayah telah lama meninggal dan Dahlia tinggal bersama ibu serta kakanya yang sama-sama berstatus janda.

Hal itulah yang menyebabkan Dahlia ingin mengadu nasib ke perantauan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

“Jadi Dahlia ini punya keinginan untuk membantu keluarganya karena kesulitan ekonomi,” katanya, Selasa (25/10/2022).

Namun mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, ia malah bekerja menjadi asisten rumah tangga di pasangan yang berkelakuan kejam dan bengis.

Mulai dari sering disiram air merica membuat penglihatan matanya menjadi kabur, dipukul telinganya memakai gelas kaca hingga berdarah yang menyebabkan pendengarannya kurang normal.

Kemudian, Dahlia sering ditendang di bagian kaki yang hingga kini menyebabkannya jinjit sebelah saat berjalan.

LIHAT JUGA: Dibuang di Cipanas, Gadis Belia Asal Bekasi Diduga Jadi Korban Penculikan

Selain itu, perintah nyeleneh dari sang majikan terbilang tak manusiawi, ia sering diperlakukan bak binatang karena harus tidur tak beralaskan apapun dilantai tanpa menggunakan busana.

“Pernah disiram air merica sama majikannya yang wanita, terus ditendang kakinya sama telinganya dipukul pakai gelas, saat saya lihat di telinganya seperti ada bekas dijahit,” ungkapnya.

Dalam 10 bulan bekerja, Dahlia harusnya menerima 15juta rupiah sesuai dengan perjanjian, namun hanya diberikan 2,5juta dengan alasan sang majikan gadis itu sering membuat rusak barang-barang di rumahnya.

Kini Dahlia telah kembali pulang ke rumahnya. Sang ibu pun syok dan dikabarkan jatuh sakit pasca kepulangan Dahlia.

Sang paman Dahlia geram dan tak terima dengan nasib keponakannya. Saat ini pihak keluarga telah menggandeng seorang pengacara untuk membawa masalah itu ke jalur hukum.

“Pamannya saat ini tengah urus-urus menggandeng salah satu LBH di Cianjur,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cibeber Epi Rusmana membenarkan kabar warganya disiksa majikan saat bekerja menjadi PRT di Jakarta.

“Saya sudah mendengar, pemerintah Desa setempat melalui Kadesnya juga sedang berupaya membantu, mudah-mudahan cepat selesai,” tandasnya. (byu)