Dinkes Cianjur Soroti Larangan Edar Mie Instan yang Dikecam Dua Negara

Foto: Dokumentasi Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur merespon larangan beberapa varian produk mie instan yang dilarang beredar di dua Negara akibat mengandung zat etilen oksida.

Diketahui Otoritas Keamanan Pangan Hong Kong (CFS) memerintahkan penghentian penjualan produk Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken yang diimpor dari Indonesia.

Selain itu Badan Pengawas Makanan di Singapura (SFA) menarik lagi dua varian produk Mie Sedaap lainnya.

Diketahui Etilen oksida merupakan salah satu gas yang mudah terbakar dan memiliki aroma sedikit manis, zat itu masuk golongan Bahan Bahaya Beracun (B3) ini digunakan sebagai bahan dasar pembuatan antibeku, detergen, tekstil, hingga pelarut. Dalam jumlah yang kecil, etilen oksida digunakan sebagai pestisida.

BACA JUGA: Waduh, Harga Mie Instan Bakal Naik Tiga Kali Lipat

Kepala Dinkes Cianjur dr. Irvan Nur Fauzi mengatakan, belum ada imbauan atau larangan salah satu merk mie instan tertentu.

Mengenai adanya kabar pelarangan peredaran mie instan itu, menurutnya setiap negara mempunyai standar pemeriksaan makanan berbeda-beda.

“Kalau imbauan larangan konsumsi mie instan itu tidak ada. Masing-masing negara punya kewenangan atau kebijakan tersendiri,” katanya.

Saat ini Dinkes Cianjur masih menunggu informasi lebih lanjut dari BPOM.

“Untuk Indonesia belum ada itu adari BPOM yang mengelola kebijakan itu seperti menarik peredaran atau himbauan belum ada,” ungkapnya.

Mengenai zat Etilen oksida yang merupakan bahan dasar pestisida dan menurut kabar ada didalam mie instan tersebut, ia menyatakan merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh manusia.

“Memang secara akumulasi pestisida membahayakan dan untuk penggunaan pestisida sendiri di pertanian sudah di kurangi dan direkomendasikan karena bahaya,” paparnya.

Sementara itu, salah satu sales marketing distributor produk wings food PT Cianjur Alam Utama Faisal mengatakan, mengenai kabar yang beredar tak mempengaruhi penjualan produk mie dari perusahaannya.

“Alhamdulillah penjualan di cianjur masih tren positif,” kata Faisal.

Menurutnya, jika produk mie instan diperusahaan mengandung zat berbahaya maka otomatis sudah ditarik BPOM.

“Jelas, pasti sudah ditarik BPOM kalau produknya tidak aman,” tandasnya. (byu)