Hakim Tolak Eksepsi Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat, dan Ricky

Ferdy Sambo, terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

RADARCIANJUR.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) telah memutuskan bahwa perkara dengan terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf berlanjut ke tahap berikutnya. Yakni, pemeriksaan saksi dan pembuktian.

Keputusan itu diambil setelah mereka menolak eksepsi atau nota keberatan empat terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir Polisi Yosua Hutabarat. Penolakan eksepsi disampaikan dalam sidang putusan sela kemarin (26/10).

BACA JUGA : Percakapan Ferdy Sambo ke Bharada E : Kokang Senjatamu, Kau Tembak Cepat!

Dalam sidang tersebut, secara berurutan majelis hakim membacakan putusan sela untuk Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, dan Ricky Rizal. Mereka menjalani sidang secara bergantian. Namun, bunyi putusan sela untuk keempat terdakwa sama. Yakni, penolakan atas eksepsi yang diajukan setiap terdakwa. ’’Menolak eksepsi tim penasihat hukum terdakwa,” kata Wahyu Imam Santosa selaku hakim ketua.

Menurut majelis hakim, jaksa penuntut umum telah menyusun dan membuat dakwaan sesuai aturan dan ketentuan. Syarat materiil dan formil sudah terpenuhi. Wahyu menyebut pihaknya sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU), bahwa dakwaan disusun secara sistematis, jelas, dan tegas. Selain itu, uraian peristiwa pembunuhan berencana terhadap Yosua sudah disusun dengan baik.

Mulai awal peristiwa di Magelang, rumah di Jalan Saguling, sampai rumah dinas di Komplek Polri Duren Tiga. ”Disebutkan tempus delicti-nya, yaitu tempat tinggal di Jalan Saguling Nomor 29, Kelurahan Duren Tiga, dan bertempat di rumah dinas Komplek Polri, Jalan Duren Tiga,” ungkap Wahyu. Pemisahan perkara antara terdakwa Ferdy Sambo dan terdakwa lain juga dinilai sesuai dengan aturan yang berlaku dalam KUHP.

Lantaran eksepsi Sambo, Putri, Ricky, dan Kuat sudah ditolak, majelis hakim meminta JPU menghadirkan para saksi dalam sidang berikutnya. Seperti sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu pada Selasa (25/10), sidang pemeriksaan saksi untuk empat terdakwa itu juga didahului pemeriksaan saksi dari pihak korban. Mulai penasihat hukum, keluarga, hingga kekasih Yosua.

BACA JUGA : Didakwa Bunuh Brigadir Yosua, Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati

Samuel Hutabarat, Rosti Simanjuntak, Mahreza Rizky, Yuni Artika Hutabarat, Devianita Hutabarat, Roslin Emika Simanjuntak, Rohani Simanjuntak, Sangga Parulian, Novitasari Nadea, Indrawanto Pasaribu, dan Vera Maretha Simanjuntak.

Setelah sidang kemarin, Arman Hanis sebagai salah seorang penasihat hukum Sambo dan Putri menuturkan, dalam sidang berikutnya mereka akan fokus pada pembuktian. Pihaknya akan memperhatikan betul proses pembuktian lewat pemeriksaan saksi dan pengujian barang bukti. Arman memastikan bahwa pihaknya akan membuka semuanya dalam persidangan. Termasuk beberapa kesaksian yang dinilai hanya asumsi, namun tetap disampaikan dalam sidang.

Febri Diansyah yang juga bagian dari tim penasihat hukum Sambo dan Putri menambahkan, pihaknya memiliki alat bukti yang akan ditunjukkan dalam sidang tersebut. ’’Itulah yang akan diuji dalam rangkaian proses nantinya. Klien kami juga punya kepentingan untuk bisa mengungkap fakta-fakta itu secara terang benderang,” paparnya.

Dia menekankan kembali bahwa ada beberapa hal yang hilang dalam dakwaan terhadap kliennya. Termasuk kekerasan seksual yang dialami Putri. Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyatakan, terkait kekerasan seksual tersebut, setidaknya ada empat bukti yang mendukung. ”Kemudian, ada bukti-bukti dan fakta lain yang juga sebenarnya hilang di dakwaan,” tuturnya.

Dia mencontohkan salah satu bagian yang disebut hilang itu. Yakni, ketika Sambo melakukan klarifikasi kepada Yosua. ”Itu tidak muncul. Seolah-olah kemudian langsung terjadi penembakan,’’ tambahnya.

Selain sidang dengan agenda putusan sela untuk terdakwa Sambo, Putri, Ricky, dan Kuat, kemarin pada saat yang hampir bersamaan juga berlangsung sidang untuk beberapa terdakwa lain. Yakni, sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Irfan Widyanto, sidang pembacaan eksepsi terdakwa Chuck Putranto, dan sidang pembacaan eksepsi terdakwa Baiquni Wibowo.(jwp)