BMKG: Waspada Angin Kencang Hingga 24 Kilometer per Jam

TERJANGAN ANGIN: Sepanjang Jumat (28/10) pagi, Cianjur diterjang angin kencang, bahkan hingga sore hari. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Sejak Jumat (28/10) pagi, Kabupaten Cianjur diterpa angin kencang. Bahkan, angin berhembus hingga sore hari. Angin kencang sangat terasa oleh masyarakat yang beraktifitas di luar.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung, angin kencang tersebut merupakan aktifnya Siklon Tropis Nalgae yang aktif di wilayah Timur Filipina.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, tekanan di pusat Siklon mencapai 994 hPa, sehingga termasuk kategori Tropical Storm (TS).

BACA JUGA: BMKG : Puncak Musim Hujan Desember 2022–Januari 2023

“TS Nalgae ini akan tetap berlangsung paling tidak hingga tanggal 30 Oktober 2022. Dampak yang dirasakan oleh wilayah Jabar dan Bandung Raya adalah potensi kejadian angin kencang,” ujarnya.

Lanjutnya, dari data BMKG Geofisika Bandung, kecepatan angin mencapai 13 knot atau 24 kilometer per jam, namun normalnya maksimal kecepatan angin 11 knot atau 20 kilometer per jam.

“Kondisi angin kencang di wilayah Bandung Raya diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 30 Oktober 2022,” tuturnya.

TS Nalga tepatnya berada di posisi: 11.8 Lintang Utara dan 128.4 Bujur Timur terletak di sebelah Timur Filipina. Pada arah Barat Barat Laut kecepatan angin 11 knots atau 20 kilometer per jam dan maksimal kecepatan angin 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 994 hPa.

Namun pada Sabtu (29/10), diprediksi mulai menjauh dari wilayah Indonesia arah gerak ke Barat Barat Lau dengan kecepatan 12 knot atau 22 kilometer per jam dengan maksimal kecepatan 45 knot atau 85 kilometer per jam.

“Masyarakat diharapkan untuk meningkatakan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologis angin kencang sebagai dampak dari aktivitas TS Nalgae. Masyarakat diimbau untuk bisa menjaga dan mempersiapkan lingkungan rumahnya hingga dapat meminimalisir dampak angin kencang,” imbaunya.

LIHAT JUGA: Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Satu Pekan Mendatang

“Bagi masyarakat yang keluar rumah, apabila menggunakan roda dua, maka diharapkan menggunakan helm SNI sehingga dapat mengurangi resiko dampak angin kencang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, M Fatah Rizal mengungkapkan, dari pengamatannya, tidak ditemukan adanya bencana akibat angin kencang ini.

“Bencana hari ini nihil, tapi kita tetap memantau,” singkatnya. (kim)