Puluhan Kaum Muda se-Indonesia Ikuti Action Camp 2022 di Sarongge

ANTUSIAS: Puluhan peserta dari berbagai kaum muda di Indonesia antusias mengikuti Action Camp yang diinisiasi Teens Go Green Indonesia.

RADARCIANJUR.com – Teens Go Green Indonesia yang didukung sejumlah pihak menggelar action camp yang diikuti puluhan kaum muda yang ada di Nusantara, dengan titik wilayah yakni di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jum’at (28/10/2022).

Founder Chairman Teens Go Green Indonesia, Bambang Sutrisno mengatakan, kegiatan action camp ini dirancang untuk kaum muda secara nasional.

“Jadi kita ada dua tematik area dalam agenda ini, dimana marine and postal area itu lebih ke wilayah pesisir dan lautan. Dalam rangka mengajak kaum muda untuk melihat masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh masyarakat di daerah pesisir dan lautan,” paparnya.

BACA JUGA: Pengakuan Ustad Dian Mantan Teroris : Kaum Milenial Lebih Mudah Direkrut

“Yang kedua adalah di tematik area untuk plural area atau pedesaan. Nah di sini kita ingin mengajak kaum muda ngelihat masalah-masalah terkait dengan lingkungan utamanya krisis iklim yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan,” sambungnya.

Nantinya kaum muda yang terlibat dalam acara ini, lanjutnya, diharapkan bisa mendorong untuk menjadi penggerak perubahan dan menginisiasi project-project yang mereka lakukan di daerah mereka masing-masing.

“Nah di sini kita lihat bahwa masyarakat pedesaan itu salah satu masyarakat yang rentan terhadap dampak dari krisis iklim yang sedang dihadapi saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, sepanjang 2022 ini sejak tahun 2021 itu pihaknya ingin menyebarluaskan lebih banyak lagi isu terkait dengan iklim di masyarakat.

“Jadi kita ingin mengajak kaum muda bahwa saat ini itu memang terjadi ancaman-ancaman di lingkungan. Sehingga kita sebagai kaum muda generasi yang akan lebih lama merasakan dampak dari krisis iklim dan nampaknya,” kata dia.

Adapun peserta action camp ini sebetulnya dibuka untuk seluruh Indonesia tapi yang terpilih saat ini berasal dari berbagai daerah seperti Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, juga Sulawesi tenggara dengan total sebanyak 30 peserta.

“Jadi selama proses awalnya itu ada sekitar 200 kaum muda yang terjaring kemudian mereka kita bekali melalui training atau pelatihan terkait dengan isu apa aja yang mereka hadapi atau mereka temui, sehingga dipilih 30 peserta,” katanya.

Dengan harapan, kata dia, seluruh kegiatan yang ada bisa menjawab masalah yang ada saat ini, terlebih soal krisis iklim di lingkungan masyarakat. (dan)