Sempat Miskom Soal Peliputan Menteri ATR/BPN di Batulawang, Begini Tanggapan PT MPM

TINJAU: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto saat meninjau lahan HGU di Desa Batulawang. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) buka suara soal miskomunikasi adanya kunjungan kerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto di Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur beberapa hari lalu.

Pihaknya menyatakan, bahwa Menteri ATR/BPN Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto itu datang untuk melihat kesiapan redistribusi tanah di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas beberapa hari lalu.

“Jadi kami dari PT MPM waktu itu memang tidak bisa memberikan akses kepada rekan-rekan pers pada saat acara tersebut karena untuk menghindari adanya kesalahan memberikan keterangan atas maksud dan tujuan kunjungan pak Menteri,” kata Kuasa Hukum PT MPM Ariano Sitorus Minggu (30/10/2022).

BACA JUGA: Pastikan Reformasi Agraria Tepat Sasaran, Menteri ATR/BPN Kunker ke Batulawang

“Mudah-mudahan teman-teman media mengerti dan tidak salah paham serta bisa memakluminya,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Menteri ATR/BPN tersebut datang ke PT MPM melakukan perpanjangan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) sekaligus dalam rangka kepentingan Reforma Agraria yang akan diberikan kepada Masyarakat dengan cara komunal untuk jangka waktu sepuluh tahun .

“Jadi kedatangan Menteri ATR/BPN juga berkaitan dengan perpanjangan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT MPM melalui Lembaga Bank Tanah sebagai pemegang Hak Pengelolaan Lahan (HPL),” ujarnya.

“Setelah itu diberikan kepada Masyarakat dengan cara komunal untuk jangka waktu sepuluh tahun sebelum penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakt untuk menghindari pengalihan hak kepada orang pihak ketiga,” katanya.

Ariano Sitorus menjelaskan, ada dua sistem untuk menggarap tanah HGU tersebut.

“Masyarakat petani asli yang telah dibina untuk menggarap secara resmi dari perusahaan dan sebagian dengan cara tumpang sari,” tandasnya. (byu)