Sisa Dua Bulan, Bapenda Cianjur Genjot PAD 2022

KUNJUNGAN: Bupati Cianjur Herman Suherman melakukan kunjungan kerja ke kantor Bapenda Cianjur dalam rangka peningkatan PAD di sektor pajak. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur akan mengefektifkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga bisa mencapai target 100% pada 2022 ini.

Diketahui PAD dari sektor pajak itu saat ini telah mencapai Rp191.431.515.682 atau 80,69% dari target sebesar Rp237.248.060.043.

Bapenda pun akan memanfaatkan sisa waktu dua bulan hingga akhir tahun.

Kepala Bapenda Kabupaten Cianjur, Komarudin mengatakan, jika dirata-ratakan pendapatan pajak setiap bulan selama dua bulan terakhir hingga akhir tahun masing-masing harus mencapai 10%.

BACA JUGA: Dishub Cianjur Menang Tipis Atas Bapenda

Pihaknya pun optimistis target PAD dari sektor pajak daerah tahun ini bisa tercapai.

“Sisa waktu dua bulan bisa mencapai 20%. Kami optimistis bisa tercapai,” katanya, Sabtu, (29/10/2022).

Komarudin menambahkan, pajak daerah menjadi salah satu sektor unggulan yang bisa menggenjot PAD di Kabupaten Cianjur sehingga Bapenda dimonitoring dan dievaluasi langsung oleh Bupati Cianjur.

“Bupati mengevaluasi kami di Bapenda dari sisi pendapatan pajak daerah dan belanja. Sekaligus juga mengevaluasi kinerja BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) dalam hal pendapatan dan belanja daerah secara keseluruhan,” paparnya.

Ada 11 sektor pajak daerah yakni hotel, restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak BPHTB dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Untuk belanja daerah di Bapenda Kabupaten Cianjur, pada anggaran perubahan sebesar Rp21.336.983.187, realisasinya sebesar Rp15.867.263.624 atau 74,37%,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKAD Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial, mengatakan target pendapatan daerah tahun ini per 26 Oktober sebesar Rp4.137.103.219.667 dengan realisasinya sebesar Rp3.066.159.840.384 atau 74,11%.

“Sedangkan untuk serapan belanjanya, dari anggaran perubahan sebesar Rp4.430.149.793.078, realisasinya sebesar RP2.719.077.310.235 atau 61,38%,” tandasnya. (byu)