Hati-hati! Penderita Diabetes Berpotensi Alami Kebutaan, Simak Cara Pencegahannya

Dokter Ahli Mata Mayapada Hospital Bogor (BMC), dr. Hidajat Nerviadi, SpM

RADARCIANJUR.com – Diabetes menjadi penyakit paling menyeramkan saat ini. Tak hanya menyerang satu organ saja, diabetes bahkan dapat berkomplikasi dengan berbagai penyakit berbahaya lain.

Dokter Ahli Mata Mayapada Hospital Bogor (BMC), dr. Hidajat Nerviadi, SpM menjelaskan diabetes terjadi karena kondisi saat kadar gula berlebih pada darah. Pembuluh darah yang berada di organ mana saja membuat diabetes dapat berkomplikasi pada organ-organ yang dilalui pembuluh darah termasuk mata.

BACA JUGA : CEKAS Cek Kesehatan Gratis Utamakan Warga Miskin di Semua Puskesmas di Cianjur

Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan kerusakan pada retina mata seperti pecahnya pembuluh darah hingga pendarahan pada serabut-serabut saraf yang dapat menimbulkan kebutaan.

Kebutaan umumnya terjadi pada pasien diabetes yang memiliki kadar gula darah terlampau tinggi hingga di atas 140 mg/dL. Selain itu kebutaan juga cenderung terjadi pada pasien yang sudah mengidap diabetes lama hingga bertahun-tahun.

dr. Hidajat mengatakan kebutaan yang ditimbulkan dapat bersifat sementara maupun permanen tergantung tingkat kerusakannya. Pendarahan yang terjadi minimal menimbulkan gangguan rabun mata. Oleh karena itu ia menyebut, rabun menjadi gejala kebutaan paling jelas pada penderita diabetes.

“Seperti gelas yang diisi oleh cairan sirop. Semakin banyak siropnya maka semakin sulit kita melihat ke sisi lain dari gelas itu. Rabun karena diabetes ini tidak bisa disembuhkan dengan menggunakan kaca mata,” ucapnya.

Penanganan kerusakan pada retina mata akibat diabetes dapat diobati dengan cara laser atau dengan terapi injeksi pada bola mata. Namun apabila kerusakan ditimbulkan akibat pecah pembuluh darah penanganan harus dilakukan dengan cara operasi.

BACA JUGA : Anak Susah Makan Bikin Pusing, Begini Cara Mengatasinya

“Bagian dari bola mata dalamnya diambil dan diganti dengan silicon. Hasilnya tergantung kerusakannya, jika kerusaka ringan hasilnya bagus, namun pada kerusakam berat hasilnya kurang bagus,” terang dr. Hidajat.

Ia menekankan penting bagi para penderita diabetes untuk sesering mungkin melakukan pemeriksaan atau skrining agar tingkat kadar gula darahnya tidak terlalu tinggi dan menimbulkan kerusakan yang parah.

Terutama pada pasien atau penderita beresiko tinggi seperti penderita berumur 40 tahun, dan keturunan dari anggota keluarga penderita diabetes.

“Mayapada Hospital Bogor (BMC) bisa menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan skrining diabetes. Ini dilakukan untuk melihat tanda-tanda komplikasi serta mencegah ke arah yang lebih parah. Dengan begitu pasien bisa mengetahui di bagian mana terjadi komplikasi dan kondisinya seperti apa,” jelasnya.

Tidak pencegahan kebutaan karena diabetes dapat dilakukan di antaranya dengan patuh pada pantangan serta rutin berolahraga minimal 30 menit dalam sehari. (cr1)