Kronologi Jembatan Ambruk di India yang Menewaskan Ratusan Orang

Proses pencarian korban di sungai setelah jembatan di atasnya ambruk. Jembatan itu dibangun di era kolonial dan sudah berusia sekitar 150 tahun. (AFP-JPC)

RADARCIANJUR.com – Setidaknya 120 orang tewas akibat jembatan era kolonial berusia 150 tahun di India ambruk dan jatuh ke sungai di bawahnya.

Hampir 500 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, sedang merayakan festival keagamaan di area jembatan gantung yang berlokasi di Morbi di India barat.

BACA JUGA : Jembatan Tua di India Ambruk, 120 Orang Meninggal Dunia

Kejadian pada Minggu (30/10) berawal karena kabel yang menopang jembatan putus. Hal ini menyebabkan struktur jembatan reyot dan membuat orang melompat ke dalam air sementara yang lain berpegangan erat pada rangka jembatan.

Kejadian bermula ketika jembatan penyeberangan di atas Sungai Machhu itu dipenuhi oleh wisatawan lokal yang sedang menikmati akhir pekan sekaligus liburan perayaan Diwali.

Jembatan sepanjang 230 meter itu dibangun pada masa penjajahan Inggris pada abad ke-19 dan kini berusia 100 tahun lebih. Jembatan itu sempat ditutup untuk renovasi selama enam bulan dan baru dibuka lagi pekan lalu.

Ratusan orang disebut memadati Julto Pool di saat bersamaan dan tak lama ambruk sekitar pukul 18.40 waktu setempat.

BACA JUGA : Aktor Lee Jihan Tewas dalam Tragedi Halloween di Itaewon

Sebelum insiden terjadi, video yang beredar di media sosial memperlihatkan jembatan penyeberangan itu sudah bergoyang karena dipadati pejalan kaki sejak siang hari.

Selain karena usia infrastruktur yang sudah tua, jembatan itu disebut ambruk karena kelebihan muatan.

“Kami telah menemukan 120 mayat sejauh ini. Jumlah korban kemungkinan akan meningkat karena operasi pencarian berlanjut,” Kepala polisi di Morbi, P Dekavadiya, mengatakan kepada AFP melalui telepon dari tempat kejadian.

Pihak berwenang dengan cepat meluncurkan operasi penyelamatan setelah insiden ambruk dengan perahu dan penyelam dikerahkan untuk mencari orang hilang hingga larut malam. Puluhan tentara dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut India juga dipanggil untuk operasi penyelamatan.

Pihak berwenang berencana untuk menghentikan pasokan air ke sungai dari bendungan terdekat dan menggunakan pompa untuk mengeringkan sungai guna mempercepat operasi pencarian korban.

Pemerintah Gujarat di situs resminya menggambarkan jembatan itu sebagai keajaiban teknik yang dibangun pada pergantian abad. (jpc/cnn)