Sering Dikaitkan dengan Penyakit Justin Bieber, Yuk Kenali Gejala, Penyebab, Serta Pengobatan Bell’s Palsy

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Bogor, BMC dr Riri Sarisanti, SpS,

RADARCIANJUR.com – Publik sempat digemparkan dengan kabar penyanyi dunia Justin Bieber yang menderita Syndrom Ramsay Hunt Syndrome sehingga membatalkan sebagian jadwal konsernya. Penyakit ini kerap disamakan dengan Bell’s Palsy.

Namun sebenarnya kedua penyakit berbeda penyebabnya. Bell’s Palsy merupakan kelumpuhan pada salah satu otot wajah yang terjadi karena peradangan pada saraf yang mengendalikan otot-otot wajah. Kondisi ini menyebabkan penderita tidak mampu menggerakkan satu sisi wajahnya.

BACA JUGA : Hati-hati! Penderita Diabetes Berpotensi Alami Kebutaan, Simak Cara Pencegahannya

Dokter Spesialis Saraf Mayapada Hospital Bogor, BMC dr Riri Sarisanti, SpS, menjelaskan bell’s palsy disebabkan oleh virus Herpes Simplex dan bisa menyerang siapapun tanpa memandang usia.

dr. Riri mengungkapkan, setidaknya ada 2-3 pasien yang datang per hari dengan gejala Bell’s palsy atau 15 pasien per bulan dengan tingkat usia yang berbeda.

Orang-orang dengan kondisi diabetes, hipertensi, serta ibu hamil yang mempunyai riwayat darah tinggi jadi yang paling beresiko terkena Bell’s palsy.

Rusaknya saraf pada otot wajah menyebabkan penderitanya sulit untuk menutup mata, berkurangnya produksi air mata, mulut mencong, serta telinga berdengung.

“Bell’s palsy ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak permanen, namun karena munculnya tiba-tiba dan memiliki gejala yang sama dengan stroke, membuat penderitanya merasa cemas,” ujar dr. Riri.

Walau tidak berbahaya, penyakit ini membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan membatasi diri saat berinteraksi dengan banyak orang.

dr. Riri menuturkan pencegahan yang dapat dilakukan yakni dengan cara mengurangi resiko terkena suhu dingin berlebih seperti AC langsung ke wajah. Hal ini dapat dilakukan dengan senantiasa mengenakan buff atau masker saat berkendara. Selain itu hindari berbaring dengan posisi wajah terkena lantai yang dingin.

“Penanganan yang dapat dilakukan yakni dengan berkonsultasi dengan dokter. Pasien yang dinyatakan positif terkena Bell’s palsy selanjutnya akan diberi obat antivirus, beserta obat tetes mata,” terang dr. Riri.

Ia menambahkan pasien akan jauh lebih baik jika penderita datang ke fisioterapi atau melakukan terapi akupuntur.

Penderita bell’s pallsy juga dapat melakukan tindakan sendiri di rumah berupa pijat dengan bantuan tangan.

“Bisa juga melakukan senam wajah di depan kaca, kompres dengan air hangat, atau mengunyah permen karet sehingga dapat merelaksasikan otot wajah,” imbuhnya. (mg1/mg2)