Ratusan Tenaga Pendidik Islam Ikuti ‘Ngopi’ Bareng Anggota Komisi VIII DPR RI

BAHAS PROGRAM: Anggota Komisi VIII DPR RI Tjetjep Muchtar Soleh bersama Kemenag Cianjur mengadakan 'Ngopi' yang diikuti ratusan peserta dari pendidikan Islam. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 150 perwakilan dari tenaga pendidikan Islam seperti MI, MTS, Madrasah dan Pondok Pesantren (Ponpes) serta yayasan Islam, mengikuti Ngobrol Pendidikan Islam atau ‘Ngopi’ yang digelar Anggota Komisi VIII DPR RI, Tjetjep Muchtar Soleh bersama Kementerian Agama, di Hotel Delaga Biru, Kecamatan Pacet, Selasa (1/11/2022).

“Pendidikan Islam itu memang di beberapa wilayah seperti Kabupaten Cianjur cukup dominan, karena mayoritas banyak penyelenggara Madrasah ataupun pesantren, sama-sama berkorelasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Cianjur ini,” ujar Tjetjep.

Apalagi, lanjutnya, baik Madrasah ataupun pesantren yang masuk dalam ranah pendidikan Islam itu juga menjadi perhatian bersama termasuk pemerintah.

BACA JUGA: Bangun Daerah, Tjetjep Muchtar Soleh Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Cimacan

“Jadi mulai sarana prasarana digitalisasi, tenaga kependidikan, guru itu perlu diperhatikan,” katanya.

Tak hanya itu, Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengatakan, di beberapa lembaga lainnya pendidikan keagamaan, harus tetap dicermati. Karena ini juga sudah menjadi bahan rapat antara DPR dengan Menteri Agama. Seperti apa pengawasan dan cara membangun problematika agama ini.

“Kita dari Komisi VIII DPR RI khususnya sudah membahasnya dalam rapat anggaran kemarin bahkan dilanjutkan dengan rapat para direktur yang berhubungan dengan pendidikan keagamaan,” ujar Tjetjep.

Maka dari itu, mantan orang nomor satu di Kota Tatar Santri ini berharap, forum-forum seperti ‘Ngopi’ di berbagai wilayah seluruh Indonesia dapat dilaksanakan sehingga memberikan gambaran terkait kondisi pendidikan keagamaan di Indonesia.

“Mudah-mudahan saja dengan adanya ‘Ngopi’ ini tentang pendidikan keagamaan dapat menjadi tolak ukur bagaimana kondisi yang saat ini terjadi dan harapan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (dan)