Dikabarkan Sempat Ditahan, Pasien Anak di RSUD Sayang Akhirnya Kembali Pulang

Gedung RSUD Sayang Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur menyatakan ada kesalahpahaman mengenai kabar seorang anak bernama Muhammad Ajam Samsul yang sempat ditahan kepulangannya.

Hal tersebut sontak menjadi ramai dan beredar di masyarakat.

Diketahui Ajam dirawat di ruang Gandaria dan kini sudah dapat diperbolehkan pulang untuk kembali berkumpul bersama keluarganya.

Humas RSUD Sayang Asep Hilman mengatakan, pihaknya menegaskan bahwa bukan menahan kepulangan Ajam tetapi menyesuaikan SOP atau aturan yang berlaku.

BACA JUGA: Fasilitasi Pasien Kunker, RSUD Sayang Siap Tangani Secara Mumpuni

“Pihak keluarga harus menyelesaikan dulu proses administrasi keuangan karena pasien masuk kategori pasien umum atau bayar sendiri tidak menggunakan BPJS,” katanya, Selasa (01/11/2022).

Keluarga pasien pun, kata Hilman telah berdiskusi dan mencari solusi terbaik dengan RSUD Sayang Cianjur.

Diskusi itupun membuahkan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak.

Pihak keluarga pun menyambut baik dengan kepulangan Ajam setelah beberapa hari melakukan perawatan di RSUD Sayang.

“Proses itu waktunya agak lambat karena ada beberapa hal yang harus disepakati dulu,” tandasnya.

LIHAT JUGA: Bupati Cianjur Herman Suherman Berharap RSUD Sayang Cianjur Raih Akreditasi Paripurna

Hal sama disampaikan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Sayang Cianjur, dr Cecep. Pasien dengan inisial A yang dirawat di ruang Gandaria sudah diperbolehkan pulang.

“RSUD Sayang Cianjur bukan menahan kepulangannya, tapi sesuai dengan SOP kami, pihak keluarga harus menyelesaikan dulu proses administrasi keuangan karena pasien masuk kategori pasien umum,” ujarnya.

Lanjutnya, proses yang dilakukan memang sedikit lambat. Pasalnya ada beberapa hal yang harus disepakati antara keluarga dan Bagian Keuangan RSUD Sayang.

“Tidak ada penahanan pasien, yang ada keluarga pasien harus menyelesaikan dulu proses adminitrasi. Dan dalam hari ini semuanya sudah selesai proses karena kami menunggu jawaban pihak keluarga dalam kesepakatan nya,” tuturnya.

Menurutnya, proses administrasi tersebut bisa diselesaikan meskipun pasien sudah pulang. Tapi laporan jajaran pihak RSUD Sayang, keluarga izin untum menunggu terlebih di ruangan rawat inap dan diberikan izin.

“Alhamdulillah, pagi hari ini (kemarin, red) semua sudah beres. Pasien pulang dan proses administrasi dengan keluarga juga sudah selesai,” tutupnya. (byu/kim)