Sempat Berada di Zona Merah, Kasus Stunting Cianjur Turun Satu Persen

EKSPOSE: Sejumlah stakeholder mengikuti locus stunting di salah satu hotel di Cipanas. Foto: Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur menyatakan, kasus stunting di Kota Tatar Santri saat ini mengalami penurunan. Hal tersebut berkat program intervensi yang terus gencar dilakukan bersama sejumlah stakeholder.

Diketahui kasus stunting Cianjur sempat masuk zona merah dengan persentase mencapai 33 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irvan Nur Fauzi melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting, Lina mengatakan, saat ini persentase stunting telah menurun satu persen lebih.

Meski begitu, pihaknya tak menyebutkan secara rinci angka pasti jumlah jiwa penurunan kasus tersebut.

BACA JUGA: Keliling Cianjur, Bupati Ingatkan Bahaya Stunting dan Pentingnya Ketahanan Pangan

“Dari hasil yang didapatkan mengalami penurunan sekitar 3,62 persen dari 4,36 persen,” katanya, Jum’at (04/11/2022).

Kabupaten Cianjur sendiri, lanjutnya, menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang menjadi locus intervensi stunting baik secara spesifik maupun sensitif.

Bahkan menurutnya, intervensi stunting tidak hanya dilakukan kepada balita saja namun juga harus dilakukan kepada remaja putri dan ibu hamil.

“Kita punya program Jum’at minum FE (JUFE) mengajak putri-putri terbebas anemia dengan minum pil penambah darah, ibu hamil juga diberikan agar tidak kurang darah dan itu menurunkan resiko melahirkan anak stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) 1 Pemkab Cianjur Arif Purnaman mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para Kepala Desa di kegiatan ekspose data hasil penimbangan balita juga bertujuan untuk menurunkan stunting.

“Kami sengaja mengumpulkan para kepala Desa agar hasil dari bulan penimbangan balita ini menjadi tindak lanjut permasalahan yang akan diselesaikan oleh masing-masing pemerintah desa,” kata Arif.

Ia pun menyebutkan, upaya intervensi yang dilakukan Pemkab Cianjur akan berhasil dalam menurunkan stunting.

“Jika terus invertensi saya yakin stunting akan semakin turun di Kabupaten Cianjur,” tandasnya. (byu)