Cetak Petani Millenial Unggul, Kementan Bekali Sertifikat Kompetensi

RADARCIANJUR.com, BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) provinsi Jawa Barat melaksanakan uji kompetensi budidaya ruminansia bagi peserta pemagangan penerima manfaat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang menyasar petani muda yang tergabung dalam P4S Brahman Sejahtera, Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang, pekan lalu.

Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan menyampaikan, pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan.

BACA JUGA : Tingkatkan Produktivitass di Bidang Pertanian, Kementan Jalin Kerjasama dengan Korea

“Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama,” tutur Mentan Syahrul.

Salah satu strategi tersebut adalah peningkatan kapasitas pemuda melalui program pemagangan dan uji kompetensi bersertifikat. Kegiatan tersebut tidak lain untuk penumbuhan jiwa kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di bidang pertanian ditempuh melalui berbagai strategi atau intervensi.

Selaras dengan pernyataan Mentan Syahrul, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa peningkatan produktivitas pertanian dilakukan melalui peningkatan kualitas, kapasitas, dan pengetahuan SDM pertanian.

Pemagangan di P4S Brahman Sejahtera sudah dilaksanakan selama 3 bulan dan pada akhir kegiatan magang dilaksanakan sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Peternakan Indonesia (LSP-PI).
Peserta magang yang berjumlah 9 orang mengikuti beberapa tes diantaranya tes tertulis dan tes praktek terkait skema magang yang sudah diikuti.

Pelaksanaan praktik dilakukan di kandang sapi potong. Para peserta diuji melalui beberapa pertanyaan oleh Agus Hariyadi dari LSP PI.
Hasil uji kompetensi pemagangan dengan skema budidaya ruminansia pemula para peserta dinyatakan kompeten.

Ocin selaku Ketua P4S Brahman Sejahtera merasa dengan adanya pemagangan program YESS ini memberi kesempatan bagi pemuda pedesaan untuk meningkatkan kapasitasnya di bidang budidaya ternak ruminansia.

”Ternak ruminansia sangat menjanjikan untuk dikembangkan terutama untuk bisnis. Harapannya dengan adanya sertifikasi budidaya ruminansia ini kami tidak hanya mendapatkan sertifikat saja melainkan mampu mengembangkan ilmu dan keterampilannya untuk bekal berwirausaha maupun bekerja”, ujarnya.(*)