Jadi Penghubung Antar Kabupaten, Jembatan Leuwi Munding Ancam Warga

HARUS WASPADA: Jembatan Leuwi Muning yang berada di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak masih sering diakses masyarakat, meskipun beberapa kali membuat celaka. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Jembatan Leuwi Muning yang berada di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak, merupakan akses penghubung antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi mengancam masyarakat sekitar. Lantaran jembatan gantung yang terbuat dari besi dengan alas kayu tersebut, sudah 20 tahun tidak terawat.

Tak heran, beberapa masyarakat yang masih menggunakan jembatan tersebut kerap kali terpeleset saat melintas di musim hujan. Kondisinya pun diperparah dengan keadaan kayu yang sudah rapuh.

Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam Abdurahman mengatakan, akses tersebut memang menjadi akses prioritas yang digunakan masyarakat.

“Kalau musim hujan licin. Jembatannya kan menggunakan lantainya dari kayu, apalagi saat ini kondisinya sudah rapuh,” ujarnya.

BACA JUGA: DPKP Cianjur Janji Perbaiki Jembatan Terdampak Bencana, Anggaran Capai Ratusan Juta

Meski kerap membuat masyarakat terpeleset, tidak sampai terjatuh ke sungai. Sehingga spot jantung akan meningkat seketika saat melintasi jembatan tersebut.

“Selalu ada saja warga yang ketika melintas terpeleset, Alhamdulillah tidak sampai jatuh ke sungai,” ungkapnya.

Jembatan tersebut menjadi akses idaman masyarakat, pasalnya jarak tempuh ke Pasar Sagaranten lebih dekat, hanya memakan waktu 30 menit.

“Kalau ke Sagaranten itu lebih dekat. Sementara kalau harus belanja ke Pasawahan, jarak tempunya satu jam setengah menggunakan sepeda motor. Belum lagi kan jalannya sangat jelek, jelasnya.

Jembatan tersebut pernah diperbaiki oleh warga setempat dengan menggunakan dana swadaya. Namun, karena keterbatasan, jembatan hanya diperbaiki sewajarnya.

“Karena kalau menggunakan anggaran dari desa kan tidak ada untuk jembatan itu. Jadi warga secara swadaya gotong royong, ada yang sumbangsih beras, dan lainnya,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak desa sudah melakukan pengajuan untuk perbaikan jembatan. Namun, hingga saat ini belum juga ada respon dari pihak terkait.

“Kalau pengajun sudah sering dilakukan, bahkan dari kades yang sebelum saya. Kami berharap agar segera ada perbaikan, dan kalau bisa, jembatan tersebut dibuat agar bisa dilalui mobil,” terangnya.

LIHAT JUGA: Cerita Jembatan Penghubung Kabupaten di Takokak, Pernah Ada Rombongan Pengantin Jatuh

Sementara itu, Asep Mustopa (26) salah satu masyarakat Desa Sukarama mengungkapkan terlalu jauh jika harus ke Pasar Sagaranten melewati Pasawahan. Sehingga dirinya tetap menggunakan Jembatan Leuwi Muning

“Saya kalau belanja kan lewat Jembatan Leuwi Muning kalau ke Pasar Sagaranten. Karena kalau ke Pasawahan, jaraknya sangat jauh,” ungkapnya.

Asep juga berharap agar segera ada perbaikan jembatan dan bisa diakses oleh mobil, hal tersebut untuk mempermudah akses ekonomi masyarakat.

“Harapan kami agar segera dibangun jembatan yang bisa dilewati mobil lah. Karena jembatan itu (Lewi Muning, red) menjadi akses satu-satunya masyarakat untuk beraktivitas,” tutupnya. (kim)