Pemkab Cianjur Waspadai Inflasi dan Resesi Jelang Harga Tinggi

PROGRAM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengadakan program pasar pangan murah dalam upaya menangkis resesi dan momen Nataru. Foto: Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Adanya isu resesi global sekaligus menjelang momen Natal dan Tahun baru (Nataru) mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mulai ribut antisipasi soal itu, seiring tingkat inflasi pun yang tergolong masih tinggi.

Hal tersebut pula yang tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Cianjur agar segala kebutuhan warganya tidak melonjak tinggi.

Asisten Daerah (Asda) 2 Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyib mengatakan, saat ini angka inflasi berada di 4,79 persen. Angka tinggi inflasi itu menurutnya, juga mengikuti Kota Sukabumi.

BACA JUGA: Pemkab Cianjur Beri Solusi Soal Resesi Global dan PHK Massal

“Sebetulnya target kita menginginkan dibawah 4 persen, namun saat ini untuk Cianjur berada diangka 4,79. Inflasi itu terkendali jika berada di bawah 4. Karena angka tinggi inflasi itu masuknya di Kota Sukabumi,” kata Budhi, Selasa (08/11/2022).

Dalam peringatan hari pangan sedunia inilah, kata Budhi, Pemkab Cianjur berkolaborasi dengan Pemprov Jawa barat berupaya menekan angka inflasi salah satunya dengan adanya kegiatan pasar pangan murah.

Adapun stok kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Cianjur, menurutnya masih terbilang aman meski ada beberapa harga kebutuhan mengalami kenaikan namun tidak terlalu signifikan.

LIHAT JUGA: DPRD Cianjur : BUMdes Masih Minim Kontribusi

“Alhamdulillah harganya terkendali. Tidak ada harga yang tinggi karena kita memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Cianjur Sugih Mukti (CSM),” katanya.

Pemkab Cianjur pun, saat ini tengah menjalin kerjasama kepada pemasok kebutuhan pokok agar stabilitas harga jelang Natal dan Tahun Baru bisa tetap baik.

“Untuk stok pangan jelang Nataru alhamdulillah aman. Kita akan terus berkoordinasi dengan para pemasok kebutuhan pokok,” tandasnya. (byu)