Pemkab Cianjur Janji Kucurkan Dana Untuk Warga Terdampak Bencana

BENCANA: Terjadi banjir di Jalan Raya Provinsi Cianjur menuju Garut. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Kabupaten Pemkab Cianjur segera mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kebencanaan.

Hal tersebut pasca terjadinya seabrek bencana alam yang menimpa bumi kota Tauco baru-baru ini khususnya di wilayah Selatan Cianjur.

Bahkan dalam waktu dekat, dua jembatan penghubung Desa Karangwangi dan Gelarpawit akan segera diperbaiki. Lalu, beberapa rumah yang roboh dan terseret arus banjir juga akan mendapatkan dana perbaikan dari anggaran BTT.

BACA JUGA: Astagfirullah! Cianjur Porak Poranda, Bencana Dimana-mana

Selain itu, Bupati Cianjur Herman Suherman pun telah menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPK) untuk mengganti bibit tanaman pangan milik petani, dan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur untuk mengganti hewan ternak milik warga terdampak banjir dan longsor.

Herman mengatakan, ada beberapa rumah di Desa Cidamar yang rusak parah, dan dua rumah di Desa Cimaragang akan segera dibangun kembali. Perbaikan rumah akan dilakukan dari dana alokasi BTT.

“Untuk penanganan bencana alam kami sudah menugaskan beberapa dinas terkait. Kami akan ganti semua kerugian warga yang terdampak bencana alam seperti tanaman yang gagal panen dan hewan ternak yang hilang terseret banjir seperti kambing dan sapi,” ujarnya.

LIHAT JUGA: DPKP Cianjur Janji Perbaiki Jembatan Terdampak Bencana, Anggaran Capai Ratusan Juta

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Rizal menambahkan, untuk penanganan bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cidaun, dimaksimalkan hingga tujuh hari ke depan, termasuk membuka akses jalan di empat desa yang tertutup longsor sepanjang satu kilometer dengan titik longsor sebanyak 10 titik.

“Kami berkoordinasi lintas sektoral agar penanganan dapat tuntas bersamaan termasuk membuka kembali jalan yang terisolir di empat desa, Cimaragang, Gelar Pawitan, Neglasari dan Cibuluh, agar aktivitas warga kembali normal dan bantuan dapat sampai ke titik terujung,” ungkapnya.

Penanganan cepat untuk membuka kembali jalur utama penghubung empat desa di Kecamatan Cidaun, dapat tuntas dua hari ke depan dengan tiga alat berat yang diturunkan, termasuk membangun dua jembatan darurat penghubung antar desa di Desa Cimaragang dan Gelar Pawitan. (kim)