Waspada! Sekda Cianjur ‘Gadungan’ Bermunculan

Ilustrasi WhatsApp

RADARCIANJUR.com – Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah kembali ramai. Kali ini nama orang nomor satu di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi korban pencatutan nama pada aplikasi berkirim pesan Whatsapp.

Pertama kali, Sekda Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah mendapat informasi tersebut dari temannya. Namun belum terlihat adanya indikasi penipuan.

“Awalnya saya mendapatkan informasi dari teman saya, namun hanya mengirimkan pesan biasa belum ada indikasi kesana (penipuan, red),” ujarnya.

Pihaknya pun bakal melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib jika sampai terjadi penipuan. Hingga saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut.

“Kalau sampai ada penipuan, tentu bakal dilaporkan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pandangan Berbeda Bupati dan Wabup Soal ‘Pencalonan’ Sekda di Pemilu 2024

Melihat kejadian tersebut, Kriminolog Cianjur, Kuswandi mengatakan, kejadian tersebut harus ditindaklanjuti. Akan terapi, perlu dilihat dahulu konten dari isi pesan tersebut.

“Harus ditindak, tapi dilihat dulu konten pesannya seperti apa. Kalau sudah ada indikasi penipuan, segera dilaporkan agar tidak terjadi kembali,” terangnya.

Pengamat Kebijakan Publik, Dedi Mulyadi menjelaskan, sebagai pejabat publik sangat rentan dengan hal tersebut. Bisa jadi ada kaitannya dengan kebijakan CA sebagai pejabat publik.

“Harus didalami apa motif di balik itu, kalau itu terjadi merupakan ranah penegak hukum,” terangnya.

Di sisi lain, Pengaman Informatika UNPI, Astri D Andriani memaparkan, hal tersebut sudah masuk dalam ranah kejahatan ITE yang bisa dijerat hukum dengan ancaman hukuman enam tahun dan denda Rp1 miliar.

“Itu bisa kena UU ITE, ancamannya juga bisa sampai enam tahun penjara dan dendanya Rp1 miliar,” jelasnya.

Selain itu, perlu ada filterasi atau penyaringan mengenai media digital agar tidak disalahgunakan, meskipun saat ini sudah dilakukan oleh platform dan dari Kominfo. (kim)