Gempa Cilacap Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

Ilustrasi Gempa (Istimewa).

RADARCIANJUR.com- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mengungkapkan gempa yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,3 magnitudo. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,21 derajat Lintang Sselatan dan 108,58 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 148 kilometer arah Barat Daya Cilacap, Jawa Tengah pada kedalaman 31 kilometer.

BACA JUGA : Gempa Cilacap 5.4 Magnitudo Terasa Hingga Kabupaten Cianjur

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu.

Gempa Cilacap

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Cilacap, Kebumen, Garut Selatan dan Tasikmalaya dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Pangandaran dengan skala intensitas I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 22.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” tuturnya. (kim)