Polemik Izin Starbucks Cianjur, Komisi A DPRD Bantah Pernyataan Bupati, Isnaeni: Itu Sudah Sesuai Hasil Lapangan

DISEGEL: Penempelan stiker pengawasan yang dilakukan Komisi A DPRD dan Satpol PP di gerai kopi Starbucks. Foto: Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sidak Starbucks yang dilakukan oleh Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berlanjut.

Setelah melakukan sidak, seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Cianjur, Herman Suherman menilai bahwa tindakan tersebut merupakan miskomunikasi antar kedua belah pihak.

Namun, hal tersebut dibantah Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur, Isnaeni. Dirinya mengatakan, tidak ada miskomunikasi. Bahkan, ia menilai, Bupati Cianjur tidak melakukan kroscek ketika melakukan pembukaan gerai tempat menikmati kopi asal Negeri Paman Sam, Amerika Serikat tersebut.

“Kita komisi A melakukan sidak ke sana (Starbucks) berdasarkan surat tugas, dan ternyata kita menemukan real di lapangan ada beberapa izin yang belum dipenuhi,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Cianjur Sebut, Penyegelan Starbucks Asal Geredak Geruduk, Herman: Saya Akan Tegur dan Sanksi

Bahkan, menurutnya, tidak mungkin pihaknya melakukan sidak kemudian meminta pihak Satpol PP Kabupaten Cianjur untuk memasang stiker segel dalam pengawasan jika tidak berlandaskan apapun.

Bahkan, jika pihak Starbucks bisa menunjukan izin secara keseluruhan, kemudian pihaknya tetap memberikan striker pengawasan, maka tindakan yang dilakukan bisa berurusan dengan hukum.

“Kalau memang Starbucks itu kemarin memperlihatkan secara keseluruhan perizinan yang digunakan, kita bisa dituntut hukum. Sampai detik ini mereka belum bisa memperlihatkan izinnya,” kata legislator Partai Golkar tersebut.

Selain itu, dirinya pun masih menantikan pihak pengelola atau yang bertanggungjawab atas bangunan yang berada di Jalan Dr Muwardi itu untuk melengkapi seluruh perizinan usaha dan bangunan atau Syarat Layak Fungsi (SLF).

LIHAT JUGA: Belum Lengkapi Izin, Starbucks Cianjur Disegel Pasca Diresmikan

Dirinya pun menegaskan, pemasangan stiker tersebut bukan merupakan penutupan atau disegel. Melainkan hanya dalam pengawasan agar bisa sesegera mungkin melengkapi sejumlah perizinan yang belum ada.

“Perlu saya sampaikan, itu bukan penutupan, tapi pengawasan agar mereka sesegera mungkin melengkapi beberapa perizinan yang belum ada. Kita masih toleransi, pengawasan pun dipasang tidak di luar tapi di dalam, itu kami hormati,” tegasnya.

“Kita memahami kalau itu dilakukan di luar akan lebih parah. Akhirnya kita begitu humanis ke mereka ngomong mau di mana diletakkannya, mereka mau di situ, ya kami letakan di situ (di dalam, red),” sambungnya.

Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur pun menanti waktu selama 30 hari dan datang ke Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur. Akan tetapi, dari pengakuannya, hingga hari ini pihak Starbucks belum juga datang ke Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur. (kim)