Gempa Cianjur, BNPB Catat 14 Meninggal Dunia dan 17 Luka-Luka

Salah satu rumah ambruk warga terdampak Gempa Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur dengan kekuatan 5,6 magnitudo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) mencatat sudah 14 orang meninggal dunia tertimbun bangunan yakni di Desa Rancagoong Kecamatan Cilakuk, Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur dan Kecamatan Cugenang. Selain korban jiwa, tercatat 17 orang mengalami luka-luka.

BACA JUGA : Dampak Gempa! Ada 3 Titik Longsor di Cugenang, Satu Keluarga Tertimbun

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya akan turun ke lokasi bencana pada hari Selasa (22/11) dan berencana akan membangun posko bencana untuk melakukan pendampingan penanganan langkah-langkah terjadinya gempa.

“Langkah-langkah yang akan dilakukan, besok akan datang ke lokasi titik bencana untuk pendampingan penanganan langkah-langkah terjadinya gempa. Membuat posko bencana, membawa logistik untuk pengungsi. Karena melihat kondisi kerusakan cukup masiv,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya akan mengucurkan anggaran untuk tanggap darurat agar bisa tertangani kebutuhan dasar. Jika tidak ditemukan lagi korban jiwa, maka tanggap darurat akan dinyatakan selesai. Selanjutnya tahap rehabilitasi dan rekontruksi dengan cepat.
Masyarakat yang terdampak atau rumah serta bangunan yang rusak akan dibantu oleh pemerintah.

BACA JUGA : Foto-foto Kerusakan Bangunan di Cianjur Akibat Gempa 5,6 Magnitudo

“Kami akan turun ke lokasi bencana besok untuk penanganan kebencanaan,” tutupnya.

Longsor di Cugenang

Dampak dari Gempa Bumi di Cianjur, Senin (21/11/2022), pukul 13.21 WIB menyebabkan tiga titik di Kecamatan Cugenang mengalami longsor.

Material longsoran menutup jalan, sehingga arus lalulintas lumpuh tak bisa dilalui kendaraan dari arah Puncak Bogor maupun sebaliknya.

Longsor di Jalan Raya Cugenang usai gempa di Cianjur.

Menurut pantauan Radar Cianjur di lokasi, ada satu keluarga yang tertimbun di sebuah warung di pinggir Jalan Raya Cugenang.

Material longsoran pun menimbun beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan.

Salah satu pengendara sepeda motor Deni (46) mengatakan, ia terpaksa harus melewati jalan Simpang Galudra mengingat jalan menuju arah Cianjur ditutup.

“Jalan sini karena ditutup ada longsor nutup jalan,” katanya.

Ia mengaku berupaya untuk dapat keluar dari kemacetan karena khawatir dengan keluarganya.

“Saya dengar di rumah saya dikawasan Cianjur Kota terdampak gempa sehingga buru-buru untuk pulang,” tandasnya.(kim/may/byu)