Korban Meninggal Dunia Gempa Cianjur Capai 46 Orang, Forkopimda Sipakan Posko Pengungsian

Salah satu rumah ambruk warga terdampak Gempa Cianjur

RADARCIANJUR.com- Korban dari bencana gempa bumi Kabupaten Cianjur kembali bertambah. Informasi terakhir yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulanangan Bencana (BNPB), 46 orang meninggal dunia dan 700 orang mengalami luka-luka. Hal tersebut diungkapkan Kepala BNPB, Letkol TNI Suharyanto.

BACA JUGA ; Dampak Gempa Cianjur, Bupati Sebut Ada 46 Orang Meninggal Dunia, 700 Luka-luka

Dirinya mendapatkan informasi terbaru dari Bupati Cianjur, Herman Suherman melalui pesan singkat dan melaporkan setiap kondisi yang terjadi di Kabupaten Cianjur.

“Baru saja saya menerima laporan dari Bupati Cianjur bahwa korban meninggal dunia sudah bertambah menjadi 46 orang dan 700 orang mengalami luka-luka,” ujar Kepala BNPB, Letkol TNI Suharyanto.

Banyaknya korban jiwa yang berjatuhan, menjadikan pihaknya akan membangun rumah yang terdampak dengan bangunan tahan gempa bumi melalui penanganan-penanganan kebencanaan di Kabupaten Cianjur.

“Sehingga ini menjadi tugas kita bersama untuk melihat penanganan bencana. Bangunan-bangunan yang saat ini menjadi rusak, perlu diperbaiki dan menjadikan bangunan tahan gempa untuk meminimalisir korban dari dampak bencana gempa bumi,” jelasnya.

BACA JUGA : Dampak Gempa! Ada 3 Titik Longsor di Cugenang, Satu Keluarga Tertimbun

Bupati Cianjur, H Herman Suherman mengatakan, gempa bumi yang terjadi di Cianjur mengakibatkan ratusan orang mengalami luka-luka dan puluhan jiwa meninggal dunia.

“Saat ini data sementara yang ada di RSUD Sayang Cianjur, ada ratusan orang mengalami luka-luka dan puluhan jiwa meninggal dunia. Data tersebut belum di Rumah Sakit yang lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini mulai dari perawat hingga dokter di RSUD Sayang Cianjur terus gencar untuk melakukan penanganan warga yang menjadi korban akibat gempa bumi.

“Kita masih fokus dengan penanganan korban gempa. Pasien korban gempa langsung mendapatkan penanganan saat masuk di parkiran dan kita juga kerahkan semua perawat serta dokter,” terangnya.

Herman menambahkan, Forkopimda Kabupaten Cianjur akan mendirikan tenda dihalaman RSUD Sayang Cianjur dan halaman Pemda Kabupaten Cianjur. Hal itu dilakukan karena banyaknya korban yang berdatangan.

“Korban masih berdatangan bahkan hingga saat ini sekitar pukul 16.10 WIB kendaraan pribadi, ambulan dan Dinas masih berdatangan membawa korban,” paparnya..

Diketahui saat ini data terupdate yang tercatat sementara korban luka-luka di RSUD Sayang Cianjur mencapai 700 orang sedangkan korban meninggal sebanyak 46 jiwa.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan menjelaskan, pihaknya akan membuat posko untuk pengungsian di Gedung DPRD Cianjur. Hal tersebut telah dibuat kesepakatan bersama dengan jajatan Forkopimda Kabupaten Cianjur.

“Kita sepakan akan membuat posko, nanti jika memungkinkan akan secara bersama-sama di satu titik atau di masing-masing seperti Pendopo dan Gedung DPRD Cianjur,” tutupnya. (kim)