Pasien RSUD Cianjur Terpaksa Tidur di Atas Aspal Parkiran

DEMI KESELAMATAN: Pasien RSUD Cianjur yang mendapatkan perawatan sebelum gempa terjadi dan korban selamat pasca gempa mendapatkan perawatan bersamaan di area parkir RSUD kemarin.

RADARCIANJURcom – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Cianjur mendadak sempit dipenuhi lautan manusia. Pasien yang sebelumnya dirawat dievakuasi keluar. Ditambah lagi, korban gempa nyatanya tak henti-hentinya berdatangan.

Suara ambulans semakin sering. Mobil-mobil boks hingga mobil pribadi selalu mengantarkan korban-korban pasca gempa.

BACA JUGA : Korban Jiwa Akibat Gempa Cianjur Tembus 162 Orang

Kapasitas Rumah Sakit terbaik di Kabupaten Cianjur itu tak dapat menampung pasien baik anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa hingga orang lanjut usia.

Banyak pasien dan keluarga yang hanya beralaskan tikar mendapatkan penanganan di halaman parkir dan sejumlah gang atau koridor.

Tak hanya itu pemandangan selang infusan hanya digantung menggunakan tali dianggap sudah cukup untuk situasi darurat itu. Para tenaga kesehatan pun berupaya memaksimalkan kemampuan dan tenaganya untuk merawat pasien.

Ratusan manusia tersebut merupakan korban dari Gempa Magnitudo 5,6 yang menguncang beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur diantaranya Kecamatan Pacet, Cugenang, Warungkondang, Cilaku, Gekbrong dan Cianjur Kota.

BACA JUGA : BMKG Ungkap Alasan Cianjur Sering Terjadi Gempa Dahsyat

Dimalam gelap gulita itu Personil TNI dan Polri serta relawan-relawan tampak bahu membahu mengamankan arus lalulintas bagi masyarakat yang membawa roda dua dan roda empat.

Tampak hilir mudik mereka membawa pasien dari mobil menuju ruang perawatan, tak sedikit juga mereka turut membawa korban yang telah kehilangan nyawa.

Saat berada di RSUD Cianjur, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan informasi kejadian gempa di Cianjur berada di kedalaman 10 kilometer dengan skala 5,6 Richter mengakibatkan banyak bangunan lululantah dan hancur.

Karena situasi masih belum stabil dan masih mencekam maka kegiatan kedaruratan dilakukan secara outdoor.

“Kemudian karena situasi masih keos suasana dilanda ketakutan maka kegiatan kedaruratan dilakukan autdoor untuk mengantisipasi gempa susulan yang terjadi dua hingga tiga kali,” katanya, Senin, (21/11).

Dalam situasi kedaruratan Gubernur yang kerap disapa Emil itu meminta semua Rumah Sakit di Jawa Barat dikondisikan untuk mengantisipasi kelimpahan pasien. Bahkan rencananya ia akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung agar bisa membantu.

“Karena dalam satu waktu RSUD Cianjur mendapati kelimpahan pasien sebanyak ini tentu banyak kekurangan makanya dibantu dengan rumah sakit lain,” ujarnya.

Kemudian Ridwan Kamil menutup dengan menyebut, bahwa saat ini tentunya Negara Hadir, Pemerintah Hadir untuk memastikan penanganan dilakukan dengan baik.

“Kami, Hadir di sini, Pak Gubernur Hadir, Pak Bupati Hadir, agar kondisinya semakin membaik,” ungkapnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman menambahkan, hingga saat ini para korban bencana itu telah memenuhi ruangan dan halaman RSUD Sayang Cianjur.

“Sejumlah petugas medis dari Dinas Kesehatan Cianjur, RSUD Sayang dibantu TNI, Polri, dan para relawan melakukan penanganan,” tandasnya. (byu)