Waspada! Bencana Lanjutan Longsor dan Banjir Bandang Usai Gempa Cianjur

Pencarian korban longsor Cijedil. Empat excavator dikerahkan untuk menggaruk material longsoran.

RADARCIANJUR.com – Warga Kabupaten Cianjur dihimbau waspadai bencana lanjutan berupa tanah longsor dan banjir bandang usai guncangan gempa magnitudo 5,6, Senin (21/11) kemarin.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, imbauan ini khususnya ditunjukan bagi masyarakat Cianjur yang bermukim di daerah lereng-lereng perbukitan dan di lembah atau bantaran sungai.

BACA JUGA : Percepat Pencarian Korban Longsor Cijedil, Tim Gabungan Kerahkan Empat Excavator dan Anjing Pelacak

Menurutnya, besar kemungkinan lereng-lereng perbukitan di Cianjur menjadi rapuh usai terjadinya gempa bumi. Hal ini dapat menimbulkan bencana lain seiring dengan tingginya intensitas hujan yang berpotensi mengguyur Cianjur.

“Lereng-lereng yang rapuh ini ditambah hujan deras dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng. Jadi masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya kolateral hazard atau bahaya ikutan usai gempa kemarin,” ujar Dwikora dalam keterangannya, Selasa (22/11).

Ia juga meminta agar masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan tidak serta-merta mempercayai informasi ataupun berita yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BACA JUGA : Ruas Jalan Cugenang Belum Bisa Dilalui, Petugas Masih Berupaya Angkat Kendaraan

Sejak kejadian kemarin, tambah Dwikorita, Tim BMKG terjun ke lokasi bencana bersama BPBD Kota Cianjur untuk melakukan sosialisasi dan menenangkan warga masyarakat yang terdampak.

“Sedangkan, mulai hari ini, Selasa (22/11) Tim Survey BMKG melakukan perekaman gempa-gempa susulan dan tingkat kerusakan, untuk menghasilkan peta makrozonasi dan mikrozonasi yang diperlukan untuk mendukung proses rekonstruksi dan penyempurnaan tata ruang,” tandasnya.

Untuk diketahui, musibah gempa bumi Cianjur ini telah ditetapkan status tanggap darurat gempa. Hal ini tercantum dalam Surat Keputusan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur selama 30 hari dimulai tanggal 21 November 2022 hingga 20 Desember 2022 yang ditandatangani Bupati Cianjur Herman Suherman.

Saat ini, penanganan bencana pascagempa 5.6 SR di Kabupaten Cianjur masih terus dilakukan tim gabungansejak terjadinya gempa pada Senin (21/11) kemarin yang berpusat di 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Dari laporan Pusdalops BNPB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 103 orang, 31 orang hilang, 390 orang luka-luka, ± 661 KK terdampak dan ± 1.128 KK / 7.064 jiwa mengungsi.(jwp)