BIN RI Berikan Trauma Healing Pada Anak Korban Gempa Cianjur

CERIA: Sejumlah anak-anak di Posko BIN RI mengikuti permainan yang dilakukan oleh BIN RI beserta Mapala Banten, Jaboteta dan Jawa Barat. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Proses pemulihan trauma atau trauma healing pascabencana gempa bumi yang menerjang Kabupaten Cianjur dilakukan oleh Badan Intelejen Negara (BIN) bersama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Banten, Jaboteta dan Jawa Barat di posko pengungsian yang disiapkan BIN yakni di Jalan Raya Cipanas Desa Cijedil Kecamatan Cugenang.

Beberapa permainan dilakukan guna menyembuhkan trauma pada anak-anak, sehingga pemulihan secara jiwa bisa cepat pulih dan anak-anak kembali ceria. Hal tersebut terlihat dari raut anak-anak yang begitu aktif dan bahagia seakan melupakan kejadian yang sudah dilalui.

Deputi Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara, Prabowo Ajie SH.MH mengatakan, sesuai dengan instruksi Kepala BIN, Jenderal Pol (P) Prof Dr Budi Gunawan untuk mendirikan posko pengungsian di setiap kejadian darurat bencana salah satunya bencana gempa magnitudo 5,6 skala richter yang mengguncang Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA: Pencarian Korban Gempa Terus Dilakukan, Satu Jenazah Kembali Ditemukan

“Jadi kami di posko pengungsian ini memberikan pelayanan bagi korban terdampak bencana atau langsung dengan cara memberikan bantuan dapur umum, pelayanan kesehatan, dan juga trauma healing bagi anak-anak saat berada di pengungsian,” ujarnya.

Prabowo yang biasa disapa Ajie itu menambahkan, dihari ketiga pendirian posko pengungsian BIN sudah menampung lebih dari 202 pengungsi dengan fasilitas kesehatan, logistik, dapur umum dan kebutuhan lainnya.

“Kami juga berikan fasilitas bagi para pengungsi, diantaranya, pelayanan kesehatan, kebutuhan logistik, dapur umum, serta susu, makanan ringan, pampers untuk kebutuhan anak-anak,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan diberikannya trauma healing bagi anak-anak di posso pengungsian diharapkan bisa menjadikan anak yang kuat.

“Trauma healing ini kami berikan bersama mahasiswa pecinta alam (Mapala) dari gabungan yang ada di Jawa Barat dan Banten,” jelasnya.

Sementara itu Dewi (8) salah satu anak yang berada di pengungsian Posko BIN RI mengaku senang karena bisa bermain bersama teman-temannya yang sama-sama sebagai pengungsi.

“Seru tadi ada lomba makan kerupuk juga, selain itu kami tadi main bersama bapak-bapak dari BIN RI,” tutupnya. (kim)