Terdampak Cukup Parah, Warga Cikancana Butuhkan Logistik Pasca Gempa

MIRIS: Masyarakat Kampung Cibeleng Hilir Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong harus berbagi tempat di dalam tenda dan saling berdesak-desakan dengan masyarakat lainnya. (Foto Hakim/ Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Kampung Cibeleng Hilir Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong salah satu titik terdampak cukup parah dari gempa bumi pada Senin (21/11).

Dari pantauan Radar Cianjur, hampir seluruh rumah yang ada di kampung tersebut mengalami kerusakan hingga 95 persen. Bahkan, beberapa diantaranya sudah rata dengan tanah.

Kondisi tersebut diperparah dengan logistik yang belum terpenuhi seperti makanan, obat-obatan, perlengkapan tidur dan tenda. Masyarakat saat ini mengandalkan kebutuhan seadanya. Bahkan, tenda yang layak pun hanya dari TNI AD serta masyarakat yang secara swadaya membangun.

“Di sini, rumah hancur rata-rata 95 persen, bahkan satu Rw rusak parah, yang diperlukan sekarang makanan, obat-obatan, perlengkapan atau alas untuk tidur dan tenda,” ujar Ketua Rt4/Rw1, Dadun Suherlan.

BACA JUGA: ‘Bak’ Idol K-POP, Pengungsi Asal Nagrak Hiasi Tenda Korban Gempa Cianjur

Lanjutnya, hingga saat ini masyarakat pun tidak ada keinginan sama sekali untuk memasuki rumah. Hal tersebut dikarenakan trauma dan ketakutan yang begitu besar, lantaran beberapa kali gempa susulan kerap terjadi.

“Enggak ada yang berani ke rumah, semua ketakutan dan khawatir. Apalagi adanya gempa susulan,” tuturnya.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh Lala (39) salah satu pengungsi di Kampung Cibeleng Hilir Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong. Warga desak-desakan lantaran tenda yang ada masih dirasa kurang untuk menampung masyarakat yang mengungsi keluar rumah.

“Masih kurang ini juga, kita sampai desak-desakan di dalam. Terus kita perlu untuk makan juga, bahkan kalau enggak ada makanan sampai nahan lapar,” ungkapnya. (kim)