Rabu, 7 Juni 2023

Inspiratif! Alumni Polbangtan Kementan Sukses Beternak Kambing dan Domba

- Kamis, 30 Maret 2023 | 12:52 WIB
Inspiratif! Alumni Polbangtan Kementan Sukses Beternak Kambing dan Domba (Istimewa)
Inspiratif! Alumni Polbangtan Kementan Sukses Beternak Kambing dan Domba (Istimewa)

RADARCIANJUR.Com, BOGOR - Kerja keras dan tidak mudah menyerah. Setidaknya itu dua modal utama Tedi (24) Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor yang sukses menjadi peternak domba seperti saat ini.

Meskipun pernah berkali-kali gagal dalam membangun usaha, bahkan hingga menanggung kerugian jutaan rupiah ia dapat bangkit kembali. Dia saat ini memiliki peternakan kambing domba di bawah kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat. Peternakan domba tersebut memiliki kapasitas kandang yang mampu menampung hingga 100 ekor lebih.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan seluruh program yang dirancang Kementan berpusat pada penguatan kapasitas SDM.

Baca Juga: Sinergitas Tinggi, Komitmen Mahasiswa Peternakan seluruh Indonesia Majukan Peternakan dan Kedaulatan Pangan

“Setiap insan pertanian terus berkarya dan berusaha membangun pertanian Indonesia, meningkatkan produksi, memperkuat rantai nilai dan mendongkrak ekspor komoditas pertanian," ujar Syahrul.

"Pertanian memiliki potensi yang luar biasa. Potensi yang bisa menghasilkan. Kita berharap generasi muda bisa menggarap sektor ini. Karena, pertanian seperti merpati yang tidak pernah ingkar janji," tambahnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa peningkatan produktivitas pertanian dilakukan melalui peningkatan kualitas, kapasitas, dan pengetahuan SDM pertanian.

"Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” kata Dedi.

Tedi menceritakan, ketika baru mulai merintis usaha domba saat dibangku kuliah, sekitar beberapa bulan berjalan proses jual beli domba kambing tersendat akibat pelanggan telat membayar transaksi pesanan domba kambing.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Jokowi : Segera…Segera…

“Saat itu baru awal sudah dibenturkan masalah cukup besar,” ungkap Tedi. Namun kejadian itu tidak membuatnya menyerah. Ia mengatakan salah satu sumber semangatnya adalah orang tua ujar Tedi

Selain itu, ia pun belajar dari pengalaman saat beberapa kali menghadapi komplain dari warga yang mempersoalkan posisi kandang sehingga pada akhirnya ia mesti merelokasi kandang, jauh dari hunian warga.

Tedi pernah melakukan Sistem gaduh yakni sistem pemeliharaan ternak di mana pemilik hewan ternak mempercayakan pemeliharaan ternaknya kepada penggaduh hewan ternak dengan imbalan bagi hasil.

Namun usaha pemeliharaan kambing domba yang dilakoninya juga tidak berlangsung lama. Sebab dia merasa usaha dengan sistem gaduh tersebut margin keuntungan domba domba turun dan pendapatannya juga tidak banyak.

Halaman:

Editor: Jafar Sidik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X