Rabu, 7 Juni 2023

Pengalaman Ramadan Mahasiswa Cianjur di Turki, Waktu Berpuasa Lebih Lama Hingga Dua Jam

- Kamis, 30 Maret 2023 | 19:53 WIB
SUASANA RAMADHAN: Kondisi waktu yang berpuasa di Turki. Foto: Istimewa
SUASANA RAMADHAN: Kondisi waktu yang berpuasa di Turki. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com - Setiap negara dan benua memiliki waktu yang berbeda. Seperti waktu berpuasa di bulan Ramadan, negara Turki salah satunya. Di banding dengan Indonesia, Turki lebih lama satu hingga dua jam.

Kondisi tersebut dirasakan oleh Mahasiswa Bartin University asal Kabupaten Cianjur, Muhamad Hauzan Syafieq. Kondisi waktu yang berbeda tersebut, membuatnya harus terbiasa dan mengatur waktu sebaik mungkin antara pendidikan dan ibadah. Sehingga keduanya bisa berjalan dan ibadah pun maksimal.

Sahur pun dimulai pada pukul 3.00 waktu setempat. Tapi jangan heran, waktu berbuka puasa di Negara Transkontinental ini pada pukul 19.30 malam waktu setempat.

"Puasa di sini agak lebih lama, 1-2 jam lebih lama dari Indonesia," ujar Mahasiswa Bartin University asal Kabupaten Cianjur, Muhamad Hauzan Syafieq.

Baca Juga: Momen Puasa Warga Cianjur di Turki, Tak Ada Ngabuburit Hingga Makan Sahur dan Buka Sendiri

Namun, lamanya waktu berpuasa di Turki sedikit terobati oleh mahasiswa asal Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah ini. Lantaran, pada Ramadan tahun ini, pertama kalinya ada bazzar Ramadan.

Even tersebut sedikit bisa menghibur dan menghabiskan waktu berbuka. Sehingga puasa tidak dirasakan begitu lama dengan adanya hiburan bazzar Ramadan.

"Dan kebetulan tahun ini alhamdulillah ada yang berbeda, karena ada bazzar Ramadan untuk pertama kalinya. Dan di sini juga bazzar Ramadan bukan sekadar untuk mengenalkan budaya Indonesia dan Turki, tetapi keuntungannya juga akan dikasih ke korban gempa di Turki," terangnya.

Ada banyak hal berkesan yang didapatkan Hauzan saat berpuasa Ramadan di Turki. Mulai dari mengaji bersama sampai ramahnya warga turki.

Alumni MAN 1 Cianjur ini menyebut, pemilik rumah yang disewanya pun bahkan mengajak untuk buka bersama.

"Dari sana itu kayak dapet sekali bantuan yang saya dapatkan, disamping keramahan orang turki terhadap orang asing, apalagi sesama muslim udah kayak dianggap saudara. Memang seperti dianggap keluarga, jadi merasa aman di Turki ini," ungkapnya.

Hauzan pun membagikan tips bagi siapapun yang ingin melaksanakan puasa Ramadan di Turki. Salah satunya harus kuat godaan. Lantaran, tak sedikit juga masyarakat Turki yang tidak berpuasa.

Apalagi warung makan atau restoran tetap buka. Sehingga, jika pergi pusat kota, pasti melihat orang makan seperti hari-hari sebelum Ramadan.

"Di sini pasti melihat banyak orang yang nggak puasa, karena enggak sedikit juga orang Turki yang tidak puasa. Harus kuat menahan godaan, ditambah juga karena di sini agak sedikit lama harus lebih kuat. Juga, harus nyobain buka bersama di masjid, di sana akan kerasa banget kekeluargaannya kepedulian orang turki kepada orang asing," tutupnya. (kim)

Editor: Dadan Suherman

Sumber: Radar Cianjur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X