Selasa, 31 Januari 2023

Pasca Gempa Cianjur, Pemerintah Pusat Bakal Terapkan Hunian Tahan Guncangan Pada Korban

- Sabtu, 26 November 2022 | 16:48 WIB
Salah satu rumah ambruk warga terdampak Gempa Cianjur
Salah satu rumah ambruk warga terdampak Gempa Cianjur

RADARCIANJUR.com - Diketahui sebanyak 58.049 rumah yakni 20.367 rusak ringan, 12.496 rusak sedang dan 25.186 rusak berat di Kabupaten Cianjur dikarenakan gempa bumi, yang diduga bukan bangunan tahan terhadap guncangan atau gempa. Sehingga, setelah penanggulangan bencana tersebut, akan dibangun rumah kembali dengan spesifikasi tahan terhadap gempa bumi. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, bangunan menjadi hal kerentanan utama setiap kejadian gempa bumi. Sehingga kedepannya harus membuat bangunan tahan gempa. BACA JUGA: Solat Jumat Pertama Warga di Balik Bingkai Bencana Gempa "Kedepannya harus membuat bangunan tahan gempa. Padahal kerentanan nyata adalah bangunan yang sudah terbangun. Jika 270 juta jiwa, dalam satu KK itu semisal lima anggota keluarga ada sekitar 50 juta rumah di Indonesia belum bisa dipastikan tahan gempa atau tidak," ujarnya. Menurutnya, yang harus didahulukan dengan melakukan penguatan bangunan yang sudah ada. Sehingga setidaknya 50 juta bangunan masyarakat Indonesia yang sudah dipastikan belum tahan gempa bumi harus mulai dibenahi. Lantaran, belum ada praktik mengenai bangunan tahan gempa, sehingga pembangunan hanya dilakukan oleh tukang bangunan saja. Selain itu, dari hasil pantauan di lapangan, dirinya menuturkan, struktur bangunan tidak ditemukan adanya tulangan bangunan. "Jika dilihat di lokasi, memang struktur tidak ada tulangan bangunan. Sehingga hasil terapan dan riset yang bisa diuji coba di masyarakat," tuturnya. "Ketika berbicara penguatan rumah masyarakat, biaya tidak boleh lebih dari biaya membangun rumah. Sehingga dicoba dengan biaya serendah mungkin dan bisa dilakukan oleh masyarakat," sambungnya. Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menambahkan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah memiliki design rumah tahan gempa. Nantinya, setelah penentuan lahan relokasi akan melakukan pembangunan. LIHAT JUGA: Sepenggal Kisah Santri dan Karyawati Minimarket Lolos Dari Maut Saat Gempa Tempat relokasi untuk korban gempa Cianjur, nantinya ditentukan dengan berbagai syarat. Sehingga jika daerah tersebut berbahaya atau tidak layak, maka akan menjadi wilayah dengan zona merah. "Daerah merah tidak bisa dibangun kembali. Dengan rekomendasi BMKG, Bupati Cianjur, Herman Suherman akan mencari lahan baru dan dibangun konsep rumah tahan gempa," jelasnya. Selain itu, setiap kecamatan akan diberikan contoh rumah tahan gempa yang nantinya bisa dilihat dan dapat dipelajari oleh masyarakat untuk rancangan bangunan. "Setiap kecamatan akan diberikan contoh rumah tahan gempa untuk nantinya bisa dilihat oleh masyarakat dan dapat dipelajari," tutupnya. (kim)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Tebar Sajadah, Lengkapi Masjid di Kampung Sindangraja

Minggu, 29 Januari 2023 | 20:53 WIB
X