Minggu, 29 Januari 2023

Berkedok Investasi Hingga Datangkan Menteri, Terduga Pelaku Tipu Penyintas Gempa Cianjur

- Senin, 23 Januari 2023 | 18:13 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp

RADARCIANJUR.com - Warga penyintas gempa bumi, yang berada di Kampung Jamaras, Rt02/Rw05, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, diduga menjadi korban penipuan, dengan iming-iming akan didatangi oleh tujuh menteri, memberikan sejumlah bantuan, hingga investasi yang dapat keuntungan.

Dari informasi yang terhimpun Radar Cianjur, terduga pelaku itu berinisal MA. Pelaku mengaku sebagai pemegang dana gempa yang bekerja di Badan Intelejen Negara (BIN).

Bahkan, agar memuluskan rencananya tersebut, dibuat grup di aplikasi berkirim pesan WhatsApp (WA) dengan nama "Aku dan Kamu Indonesia. Bahkan, di dalam grup tersebut tertera nama-nama menteri.

Baca Juga: Wowon CS Ternyata Sempat Ngontrak di Kertajaya Saat Jalankan Penipuan Berkedok Supranatural

Dalam grup itu, tertera nama yang mengatasnamakan Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto; Menteri BUMN, Eric Thohir, Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Di dalam grup pun, terdapat penyintas gempa bumi Cianjur yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Warungkondang, Gekbrong, dan Cugenang. Semuanya kurang lebih ada 50 anggota dan saat ini grup tersebut masih aktif.

YM (44) diduga korban penipuan, warga Kampung Jamaras Rt02/Rw05, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp5 juta rupiah kepada MA.

Modusnya, untuk investasi di Yayasan Garda. Setiap harinya akan ada keuntungan bagi yang menanam saham. Pertama dia menyetorkan uang senilai Rp1 juta kepada MA. Keesokannya ada kiriman uang Rp80 ribu ke rekening milik YM sebagai keuntungan saham.

Baca Juga: Kemenag-Baznas Cianjur Lakukan Koordinasi Soal Banyaknya Pengelola Zakat Tak Berizin

"Keuntungan itu katanya akan dikirim setiap hari. Tapi di hari kedua tidak ada kiriman uang, katanya jaringannya gangguan. Hari ketiga saya kirim lagi Rp2,5 juta agar keuntungannya lebih besar kata MA," ujarnya.

Halaman:

Editor: Dadan Suherman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tolong, Kampung Panumbangan Butuh Huntara

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
X