Selasa, 31 Januari 2023

Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Jaringan Terorisme Masih Hidup

- Kamis, 8 Desember 2022 | 01:02 WIB
BERSENJATA LENGKAP: Anggota Brimob berjaga di kawasan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (7/12). Penjagaan ketat tersebut akibat adanya ledakan yang diduga bom bunuh diri di Kantor Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, kemarin pagi. FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG*
BERSENJATA LENGKAP: Anggota Brimob berjaga di kawasan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (7/12). Penjagaan ketat tersebut akibat adanya ledakan yang diduga bom bunuh diri di Kantor Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, kemarin pagi. FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG*

RADARCIANJUR.com, BANDUNG - Bom bunuh diri yang dilakukan Agus Sujatno menjadi pengingat bahwa aktivitas jaringan terorisme masih ada meski dari sisi intensitas menurun. Hal tersebut harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar pada Rabu (7/12) pagi. Ia menerobos masuk dan mengacungkan senjata tajam saat diadang anggota sebelum meledakkan bom. Sebelas orang menjadi korban dalam peristiwa itu. Sepuluh orang di antaranya adalah anggota polisi dimana satu orang dinyatakan meninggal dunia. Satu orang korban adalah warga sipil. Para korban yang selamat langsung menjalani perawatan di rumah sakit. Polisi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit motor bebek dan belasan kertas belasan kertas bertuliskan protes penolakan terhadap rancangan KUHP yang baru disahkan. BACA JUGA : Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Satu Anggota Tewas, 8 Luka-luka Diketahui, Agus terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung atau Jawa Barat. Aksi yang dilakukannya itu bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2017 lalu, ia terlibat dalam kasus bom panci di Kawasan Cicendo. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku pernah dipenjara selama empat tahun dan baru bebas dari Lapas Nusakambangan pada September 2021 lalu. Agus juga menjalani program deradikalisasi. Namun, ia termasuk napi teroris yang sulit untuk didekati atau diajak komunikasi. “Hasil pemeriksaan sidik jari dan kemudian kita lihat dari face recognition, identik identitas Agus Sujarno biasa dikenal Agus Muslim," ucap Listyo. "(Agus) dalam tanda kutip masuk dalam kelompok merah. Proses deradikalisasi (terhadap Agus) membutuhkan teknik dan taktik yang berbeda. Masih susah untuk diajak bicara. Cenderung menghindar walaupun sudah melaksanakan aktivitas," ia melanjutkan. Listyo mengaku sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar kasus ini segera dituntaskan, termasuk menyelidiki kelompok yang terafiliasi dengan pelaku. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menilai kasus ini membuktikan bahwa jaringan teroris masih hidup meski dari sisi aktivitasnya sudah menurun. Hal ini perlu disikapi dengan peningkatan kewaspadaan. "Saya berharap juga kita semua waspada, waspada itu satu aparat, kita punya polisi, densus, BNPT dan lain-lain meningkatkan kewaspadaan karena ternyata jaringan teroris itu masih ada meskipun secara kuantitatif sebenarnya sudah menurun," kata dia usai menengok korban di RS Immanuel. "Sejak tahun 2018 sampai sekarang itu sudah jarang terjadinya, sekali-kali terjadi tetapi masih ada," Ia melanjutkan. BACA JUGA ; Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Ini Kata Mabes Polri Di satu sisi, ia menilai perlu satu kesamaan pandangan mengenai upaya tindak tegas yang dilakukan berkaitan dengan kasus terorisme antara penegak hukum dengan masyarakat. Aksi terorisme ini tidak bisa dikaitkan dengan agama apapun, karena ini adalah musuh kemanusiaan. Mahfud menyebut bahwa terorisme ini berkaitan dengan ideologi. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasinya adalah dengan deradikalisasi. Program itu penting karena sel sel jaringan teroris masih hidup meskipun sempat terkesan sudah seperti mati. "jaringannya masih hidup seperti sudah mati gitu, padahal selnya masih bergerak dan kalau sudah bergerak biasanya cepat," ujar dia. Peningkatan Pengamanan dan Jangan Sebar Informasi Palsu Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo meminta masyarakat tidak cemas dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Di sisi lain, semua area public dan markas polisi akan mengalami peningkatan pengawasan. "Kami ingkatkan kewaspadaan di polsek dan satuan masing-masing. Insya allah akan diatensi dilakukan peningkatan pengamanan area publik," kata Ibrahim lagi. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun sebelumnya meminta masyarakat tetap tenang menanggapi peristiwa bom bunuh diri. “Kalau dari saya hanya satu, masyarakat kota Bandung masuarakat Jawa Barat harap tenang, Situasi aman terkendali," ucap Ridwan Kamil. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto korban atau informasi yang tak jelas. "Saya berharap masyarakat tidak menyebarkan foto atau hoax. Jangan resah dan takut seperti yang diharapkan pelaku," Kata dia. Korban Meninggal Dunia Saat Mengadang Pelaku Aiptu Anumerta Sofyan langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Sukahaji, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Ia gugur saat mencoba menghalau pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar. Upacara pemakaman yang dipimpin oleh Kasatbinmas Polrestabes Bandung, AKBP Sutorih dihadiri leh keluarga almarhum dan dipenuhi oleh kerabat dan tetangga. Aiptu Sofyan meninggal dunia sekira pukul 10.00 WIB setelah menjalani perawatan intensif. Sebelum peristiwa terjadi, Sutorih mengungkapkan bahwa almarhum sempat mengadang pelaku yang masuk di Mapolsek Astana Anyar saat menggelar apel pagi. "Pelaku memaksa masuk dan dihalangi Babinsa. Kebetulan almarhum menghalangi supaya tidak masuk (ke Mapolsek Astana Anyar). Pelaku bawa senjata tajam, Aiptu Sofyan mundur dan saat didorong langsung meledak karena bawa bom bunuh diri. Beliau seorang pahlawan karena beliau menghalang," kata Sutorih. (bbb/radarbandung)

Editor: Radar Cianjur

Tags

Terkini

Harian Radar Bogor Sabet 4 Juara Sekaligus

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:19 WIB

6 Wisata Pantai di Jawa Barat yang Cocok untuk Healing

Selasa, 17 Januari 2023 | 21:04 WIB

Bibir Seorang Anak di Sukabumi Robek Akibat Lato-lato

Selasa, 10 Januari 2023 | 10:24 WIB

Pembangunan Masjid Al Jabbar Tak Salahi Aturan

Senin, 9 Januari 2023 | 20:55 WIB
X